Sabtu, 20 Juli 2013

Klakson dan Lelaki Hidung Belang

Di post sebelumnya disini, gue udah cerita kalo sahur hari ini adalah pertama kalinya gue sahur diluar. Berhubung letak rumah kos gue, Tata, dan Uti ke pusat makanan di Jatinangor sekitar satu kilometer plus jam 3 dini hari nggak ada angkot jadilah kami bertiga berjalan kaki.

Kami bertiga menelusuri trotoar sambil ngobrol-ngobrol nggak penting.
Oiya, dini hari di Jatinangor banyak truk yang lewat jadi nggak bisa jalan sembarangan.
Sebenernya kalo nggak ada truk juga jalan nggak boleh sembarangan ya adek-adek! #Lah

Sepanjang jalan menuju ke lokasi sahur, kita sering banget (sering banget berarti lebih dari 5 kali!) di klakson sama truk-truk yang lewat. Tiap di klakson sebenernya gue melihat posisi gue dan temen-temen gue berjalan (siapa tau kami menggunakan hak jalan kendaraan), tapi ternyata kita masih berdiri di atas trotoar yang notabene masih menjadi hak pejalan kaki.

Suara klakson truk kan kenceng, jelas gue terganggu. Makanya gue nanya ke Tata sambil sebel, "Itu kenapa sih kita di-klakson melulu? Emangnya kita ambil jalan mereka?"

Trus Tata jawab, "Dia ngegodain (bukan flirting, tapi semacam insulting) kita itu Ul,"

Gue setuju sih sama jawaban Tata, secara abis itu ada satu pick up yang lagi jalan trus orang yang duduk sebelah supir kepalanya keluar jendela sambil teriak, "Sahur neng.."
Menurut ngana?

Tata juga cerita, pas kemarin dia sahur bareng temennya yang lain ada Om-om pake mobil plat merah yang berhenti di sebelah dia trus buka jendela dan ngeliatin pake pandangan mesum (trust me guys, kita para cewek tau mana pandangan mesum!). Cerita Tata diakhiri dengan kalimat, "Rasanya pingin gue lud*hin deh itu om-om!"

Gue sampe sekarang nggak ngerti sih kenapa kita bertiga digodain, secara Jatinangor dinginnya amit-amit jadi kalo keluar malem kita hampir selalu pake jaket dan celana panjang. Jadi harusnya, tampilan gue nggak memancing atau mengundang.

Dengan berbekal fakta di atas, gue mengajukan beberapa asumsi:
Mungkin memang perilaku 'kemesuman' tidak melulu disebabkan oleh stimulus.
Mungkin memang ada jenis-jenis lelaki sakit jiwa yang nggak bisa menahan diri tiap kali liat betina (maksudnya disini kambing betina yang jalan juga bakal digodain).

Asumsi terakhir,
Mungkin emang gue tetap terlihat menarik meskipun pake baju serba tertutup.
#blah! #dilemparsandal

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting