Selasa, 18 Juni 2013

Inferiority Syndrome

Diputusin sebelah pihak emang nggak enak!
Pas kamu lagi sayang-sayang dan cinta-cintanya dia ilang nggak ada kabar.
Pas kamu mengendalikan diri dengan nggak melakukan aksi protes dan berusaha pasang senyum 'aku nggak apa apa kok' meskipun palsu, eh dianya makin jauh.
Gatau juga kenapa gambarnya ini, biar ada gambarnya aja -_-"
Dalam sebuah hubungan yang bisa dibilang singkat, gue pernah diputusin sebelah pihak karena inferiority syndrome.

Inferiority syndrome itu terminologi yang gue ciptakan sendiri karena memang alasannya lelaki yang bersangkutan merasa inferior alias nggak bisa mengimbangi pasangannya (yang pada saat itu gue).

Inferiority syndrome ini biasanya mengakar dan nggak bisa disembuhkan sih. Kita sebagai partner nggak bisa semudah itu meyakinkan mereka kalau kita nggak bermasalah sama hal-hal yang dikhawatirkan oleh pasangan kita (misalnya: kemampuan menafkahi secara finansial, strata sosial, atau malah penampilan).

Tenang, sudah sembuh (dari patah hati) kok gue!
Cuma akhir-akhir ini mendengar beberapa perempuan yang ada di lingkaran pergaulan gue bernasib sama, diputusin karena inferiority syndrome.

Sekedar tips,
Biasanya di akhir momen diputusin bakal ada dialog: "Aku nggak pantes buat kamu, mending kamu cari yang lebih baik.."

Jawab aja, "Ya emang itu tujuannya! Bego banget dong aku kalo dapetnya yang kayak kamu lagi! Hih!"

I sent my best prayer for you peeps!

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting