Minggu, 02 Juni 2013

Cin(ta)cin(ta)

Ezra memelukku hangat. Jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi saat mataku akhirnya terbuka, menangkap pancaran-pancaran mentari yang menerobos celah ventilasi. Suhu kamar merangkak naik, dengan kantuk yang masih menggantung di pelupuk mata, aku bergerak.

Pelukan Ezra makin erat saat selimut tak lagi menutupi tubuh kami berdua. Aku tau Ezra benci bangun pagi, wajahnya kini mengerut lucu.

"Sayyyaaaang.." Ezra menarik aku yang hendak bangkit ke kamar mandi, melakukan ritual pagiku.

Dengan lembut aku melepaskan diri, "Aku ada meeting pagi Zra.."

Ezra membuka matanya, menatapku dengan pandangan serius, "Jadi, meeting kamu jauh lebih penting dari aku? Oke, entar malem kamu tidur aja sama meeting kamu."

"Meeting aku penting. Kalau nggak ada meeting, mungkin kita nggak akan pernah ketemu." jawabku yang kemudian mengecup leher Ezra pelan.

Tangan Ezra bergerak mengusap pipiku yang masih berminyak karena bangun tidur. Jari telunjuk dan ibu jarinya mencubit daguku gemas. "Maksud kamu? Kamu meeting tiap Rabu pagi supaya ketemu banyak cowok?"

Aku tertawa, "Well, since I have no ring in my finger. I'm technically single."

Kini Ezra mendekatkan wajahnya hingga aku bisa merasakan hembusan nafas pelan namun teraktur yang menyapu bagian bawah hidung sampai bibirku. "If a ring can hold someone's life, heart, and loyality.." helaan nafas Ezra terasa lebih panjang dari sebelumnya. "We won't be stuck in this relationship, Kayla.."

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting