Sabtu, 15 Juni 2013

Berhenti Berlari

Setelah lelah berlari dan berpura-pura tentang keindahan negeri dongeng yang ada dalam kepalanya, sang gadis berhenti. Dadanya sakit, berdarah-darah. Entah hukum alam sebelah mana yang membuat dia bisa tetap hidup dan bernafas walau tiap menghela udara rasa ada duri dalam tenggorokan yang menyayat daging daging dalam lehernya. Sudah habis dayanya untuk menggerakkan kaki. Kini sang gadis menyerap semua sakit yang bisa dirasakannya. Melalu saraf-saraf sensori yang mengantar sensasi pedih pun panas membakar yang ada, diterimanya semua sakit tanpa bertanya-tanya lagi.

Aku sudah disini, berhenti berlari.
Lantas apa?

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting