Senin, 27 Mei 2013

The way to a man's heart

Seorang teman petang ini me-retweet tulisan sebuah akun twitter yang tidak akan gue sebutkan namanya.

"Ada gitu ya cewek yg bangga menyatakan dirinya nggak bisa masak. Kenapa? Biar keliatan hidupnya enak karena tinggal makan?"

Menanggapi tentang 'cewek yang nggak bisa masak' gue punya pendapat berbeda.

Setau gue, tuntutan untuk perempuan terbagi dua, nature dan nurture.
Nature itu maksudnya ya alami, sudah ditakdirkan sama Tuhan.
Perempuan memiliki rahim, bisa mengandung dan melahirkan termasuk dalam tuntutan nature.
Nurture artinya bukan sesuatu yang ditakdirkan alias buatan manusia, bisa jadi karena tuntutan kultur atau norma yang berlaku di masyarakat.
Perempuan harus diam di rumah, ngurus dapur, masak, merawat anak termasuk dalam tuntutan nurture.

Perempuan harus bisa masak itu termasuk tuntutan budaya.
Nggak ada bagian fisik perempuan yang membuat mereka punya kelebihan dalam hal masak-memasak dibandingkan dengan laki-laki.

Nggak percaya? Liat acara masak yang chef-nya laki-laki. Secara objektif, mereka jauh lebih jago masak dibandingkan sama Mam. Meskipun gue pasti lebih suka masakan Mam sih, hehe.

Fakta lain juga menunjukkan bahwa nggak semua laki-laki menuntut perempuannya untuk bisa memasak.
Meskipun laki-laki dengan kriteria ini bisa dibilang jarang di Indonesia yang masih menganut ajaran, "Ayah pergi ke kantor, Ibu pergi ke pasar."

Tetangga gue, Ayahnya lulusan NHI dan jago banget masak. Macaroni Schotel buatannya makanan dari surgaaaaa~. Ibunya seorang jaksa yang kerja tiap hari dan termasuk dalam nominasi ibu paling sibuk versi on the spot. Dan sepenglihatan gue, mereka baik-baik aja kok.

Tapi memang, kalau lo seorang ibu dan bisa memasak maka lo bisa mengontrol makanan apa aja yang dimakan oleh suami dan anak-anak lo tersayang. Lo juga bisa menghitung asupan gizi dan nutrisi mereka. Pilihannya kembali ke lo, untuk meng-handle sendiri hal tersebut dengan memasak atau meng-hire orang lain yang memang ahli.

Terakhir, mengutip sebuah proverb lawas yang sering dijadikan Mam alasan untuk memaksa gue belajar masak: "The way to a man's heart is through his stomach.."

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting