Rabu, 22 Mei 2013

Tertawalah

Presentasi mata kuliah Psikologi Kepribadian kemarin membahas tentang aliran humanistik menurut pandangan Allport. Jangan tanya gue isi kuliahnya secara umum, gue cuma meng-highlight yang gue anggep penting. Kata 'anggep' berpengaruh sangat besar karena yang menurut gue penting biasanya sangat amat nggak penting buat orang lain.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Allport melakukan penelitian dari tiga ratus sekian surat yang dikirimkan seorang perempuan yang namanya disamarkan menjadi 'Jenny' selama bertahun-tahun kepada sepasang suami istri. Allport menggunakan surat-surat ini untuk menganalisa kepribadian Jenny.

Setelah membacanya sendiri, Allport juga meminta orang-orang untuk membaca surat-surat Jenny. Dari hasil analisanya (dan pendapat orang-orang yang sudah membaca) Allport kemudian membuat delapan kategori sifat-sifat Jenny. Beberapa diantara delapan kategori tersebut adalah mudah bertengkar, sinis, dan self centered.

Sebenarnya, dibanding dengan mengritisi metode penelitian Allport gue lebih penasaran dan menebak-nebak siapa Jenny dan kenapa dari isi surat-suratnya sifat Jenny malah nggak bersahabat dan cenderung seperti hater

Apakah Jenny adalah mantan pacar si suami yang belum bisa move on?
Atau Jenny adalah ibu mertua yang nggak suka sama menantunya jadi terus-terusan ngirim surat yang intimidatif?

Selain ke-kepo-an gue soal Jenny, hal lain yang ter-highlight oleh gue adalah tanda kualitas kematangan kepribadian menurut Allport.

Dari beberapa poin seperti menjalin keabraban dengan orang lain, regulasi emosi, dan seterusnya. Kematangan kepribadian dapat dilihat dari tingkat humor individu. Bagaimana cara individu menertawakan hal-hal dalam hidupnya. Maksudnya cara individu take it slow terhadap banyak hal, termasuk hal-hal yang serius.

Menjadi dewasa nggak berarti lo harus mengerutkan dahi sepanjang waktu, kok.
Banyak tertawa bahkan di titik paling rendah dalam hidup lo justru bisa membantu kepala lo buat cari solusi.

Baiklah, lain kali gue liat soal UAS yang abstrak dan nggak bisa gue isi.. Ketawain aja..
:))

Lalu seorang kakak (@dwihastomo) yang pengetahuannya soal sejarah sangat gue kagumi memberikan quote dari Allport:
"Banyak kesulitan dalam hidup yg sepertinya tidak berujung, tidak ada senjata yg tepat untuk melawannya selain tertawa.."

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting