Sabtu, 11 Mei 2013

Saat ayah tau rupa wajahnya

Tiba-tiba kangen Pap..
...

Seorang Ayah, mengusap punggung putrinya pelan. Menyusun kata-kata untuk diperdengarkan pada putri keras kepala. "Ini bukan tentang tidak menghargai pilihanmu."

"Dia lelaki baik." jawab si putri tanpa menoleh. Menurutnya ayah kelewatan kali ini. Teman kencannya bukan kriminal, apa alasan ayah menolak untuk sekedar berkenalan?

"Kuharap begitu. Tapi saat aku sudah tau seperti apa rupa wajahnya, saat dia menyakitimu kelak. Saat dia jadi alasan tangismu suatu hari nanti..." sampai di bagian ini si putri menatap ayahnya dengan rasa ingin tau yang tak ingin ditampakkan. "Kamu tau aku tak akan tinggal diam, kan?"

Putri tersenyum, memeluk sang ayah erat-erat.
"Kecuali lehernya kebal akan tebasan samurai-ku, sebaiknya dia menjaga baik-baik senyummu."

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting