Jumat, 03 Mei 2013

Relationship Rewards

Dalam Psikologi Sosial hal ini dikenal adanya istilah relationship rewards.

Jika sebuah hubungan memberikan kita imbalan (reward) lebih dari cost, kita akan menyukainya dan berharap hubungan tersebut langgeng alias nggak putus-putus.

Nah, jangan keburu kasi label 'matre' dan 'nggak tulus' dulu.
*semacem udah tau ada yang langsung mempersepsikan reward dengan ke-matre-an
Cost and reward ini nggak melulu finansial karena setiap orang memiliki makna berbeda tentang cost and reward dalam hubungan.

Biasanya konflik terjadi karena orang sering mempersepsikan hal yang menurutnya sebagai reward, juga merupakan reward bagi orang lain (dalam kasus ini pasangannya). Kalau ini sampai terjadi maka yang biasanya muncul situasi:
"Untuk apakah hal ini? Untukmu? Atau untukku?"

Misalnya, seorang cowok yang kerja keras untuk bisa punya banyak uang. Tujuannya sih mau nyenengin pasangannya, soalnya menurut dia uang/hadiah merupakan rewards. Pertanyaannya, apakah si cewek memiliki persepsi yang sama?

Gimana kalo menurut ceweknya, waktu yang dihabiskan bareng meskipun buat makan nasi kucing lebih berharga daripada makan red velvet di Union? Atau waktu buat makan somay bareng di Pasar Baru lebih berharga ketimbang dibeliin tas/sepatu Charles and Keith?

Pas ceweknya protes, "Kamu kenapa sibuk terus sih?"
Cowoknya akan bales: "AKU KAN SIBUK JUGA BUAT KAMU!!"

Ya gimana mau cocok? Wong frekuensinya ndak sama..
:)

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting