Kamis, 16 Mei 2013

Pecel lele, jodoh, dan mencintai

Malam ini menghabiskan seporsi pecel lele bersama Tata dan Lidya sambil ngobrol ngalor ngidul. Mulai dari pencarian jodoh, bagaimana mempersiapkan diri untuk bertemu jodoh, sampai jodoh seperti apa yang kira-kira pantas untuk diri kami masing-masing.

Iya emang semua topiknya bermuara ke jodoh.
Mungkin karena Sabtu ini teman seangkatan kami ada yang menikah.
Entahlah.

Twit tentang mencintai ini sedikit banyak mengulas senyum setelah sampai di kosan usai bicara panjang lebar soal jodoh. Oiya, semua tweetnya di-copas dari akun twitter dosen yang saya kagumi @bangjeki.

"Mencintai berarti melangkah bersama menuju impian masa depanku, masa depanmu, dan masa depan kita."

"Mencintai berarti tak lagi hanya berpikir soal mauku yg segala aku. Mencintai berarti memasukkan 'kamu' dan 'kita' dalam perhitunganku."

"Mencintai berarti menekan sebagian inginku dan mengakomodasi inginmu, merelakan sebagian diriku dan mengambil sebagian dirimu."

"Mencintai berarti membahagiakanmu, berarti menjagamu, berarti melayanimu, berarti menerima adamu. Mencintai adalah kamu."

"Jadi masihkah kamu berpikir kalau 'cinta tak harus memiliki'? Tanpa memiliki dia yang dicinta, bagaimana aku mencintai? Aku - kamu = kita."

"Sakitnya mencintai hanya satu sisi bukan karena tak berbalas, melainkan karna menumpuknya kasih dan asa di depan bendungan tanpa teralirkan."

"Sakitnya tetap mencintai ia yang telah meninggalkanmu terletak di segala ingatan yang memicu rasa juga asa, yang hanya ditekan dan ditahan."

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting