Senin, 01 April 2013

The Food Opera

Kemarin Mam, Pap, Adek besar, dan Adek kecil berbaik hati mau menjemput gue dari Jatinangor untuk melakukan 'perbaikan gizi' sekaligus 'kontrol kesehatan mental' a.k.a belanja ke Bandung..
Lalala yeyeye~
\m/
Lalu setelah mengantongi baju-baju yang nggak mungkin gue beli tanpa kartu ajaibnya Mam *suara tongkat ibu peri*, kami mencari tempat makan.

Di jalan Taman Sari no.30, Bandung ada resto yang namanya The Food Opera.
Dari depan emang cuma keliatan kayak resto yang bertempat di rumah gaya lawas tapi dalemnyaaaaaaaaaaaaa..
Serius cozy!
source: @TheFoodOpera
Lo bisa pilih mau outdoor/indoor dengan tempat duduk yang empuk (soalnya gue emang lebih nyaman di sofa), kalo mau lesehan juga bisa dengan karpet bersih dan ruang ber-AC (kenapa gue tulis bersih, soalnya gue tau ada beberapa tempat makan yang karpet buat lesehannya iyuuuh!)

Dari halaman pertama buku menu-nya, Owner sekaligus chefnya The Food Opera ini lulusan Enhai dan pernah bekerja di beberapa restoran di dunia seperti Indonesia, Singapura, USA, dan Russia. Trus doi juga pernah kerja di kapal pesiar dan keliling dunia empat kali berturut-turut!
Kaget? Iya gue juga. Ngefans? Sama gue juga kok.

Jajan di tempat makan ga afdol kalo ga foto makanannya.
(Meskipun nggak semua menu gue abadikan tapi lumayanlah ini buat bikin review tentang restonya.)
Bon appetit!
Nasi Bebek Goreng Sambel Kecombrang
Nasi Bebek Goreng Sambel Kecombrang ini kata waitress-nya merupakan menu yang cukup sering dipesan. Secara keluarga gue adalah manusia-manusia yang latah kalo udah denger, "Biasanya menu yang paling dipesan menu ini.." maka Mam memutuskan untuk coba pesen menu ini. Bebeknya empuk!! Ga paham lagi gue apakah si bebek ini semasa hidupnya rajin olahraga apa gimana jadi dagingnya bisa enak banget buat dikunyah. Sambel kecombrangnya (kata Pap, Mam, dan Adek kecil) enak. Gue ngga kebagian nyicipin, kalah saing sama yang lain. :(

Nasi Kebuli Daging Kambing
I'm not into Nasi Kebuli jadi biarkan gue review daging kambingnya aja. Sebagai manusia yang doyan kambing, gue sering low expect dulu pas mau makan daging kambing karena tau ngolah daging kambing ga semudah makannya. Melihat potongan daging kambingnya ngga terlalu kecil, tadinya gue pikir rada alot/susah digigit. Tapi nggak kok, ngga ada secuilpun alot di daging kambingnya. *sungkem sama chef-nya gara-gara udah su'udzon*

Fettucini Ala King
 Fyi ini satu dari dua menu pasta yang gue pesen (satunya lupa difoto). Emang soal pasta (dan berbagai makanan lain) gue agak maruk. Di menunya sih ini Penne Ala King tapi karena gue lagi pingin Fettucini jadi ya minta ganti aja (bisa diganti jadi jenis apapun yang lo mau kok). Di menu pasta gue agak kurang 'klik' karena sensasi creamy yang gue harapkan belum klimaks. *Apasih bahasa lu Owl*


Siomay Kuah
Kalo gue lagi craving fettucini, Mam kemarin craving somay/shiomay/siomay you named it! Ribet ah! Dan beruntungnya Mam dapet siomay yang enaknya bikin gue ga paham lagi gimana nulisinnya. Siomay kuah disajikan bareng sama Mi dan sambel ijo yang nyam! Ini jadi menu yang fix buat dipesen kalo mampir kesana lagi.


Nasi Goreng Kambing
Adek kecil pesen nasi goreng kambing. Udah gue ga perlu komentar lagi, secara potongan kambingnya kecil-kecil jadi pasti tingkat kesulitan masak dan bikin empuknya lebih gampang dari kambing di Nasi Kebuli tadi. *Sok tau* *Dilempar panci sma chef-nya*

Oiya, setelah gue cari info lain ternyata di The Food Opera ini spesialisasi yang lainnya adalah steak. Kalo resto udah jago ngolah kambing, lo gausah tanya lagi gimana rasa daging sapinya. Sayangnya kemarin gue lagi nggak pingin makan steak, but sure I'll come back to have some!

Ps: buat yang mau menghabiskan malam bersama dengan yang tersayang, tempatnya cocok kok buat candle light dinner,
:*

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting