Senin, 01 April 2013

Mahasiswi psikologi, cantik?

"Kamu keterima di jurusan Psikologi? Wih entar jadi tukang dandan dong berarti?"

Itu adalah perkataan kakak sepupu gue sekitar dua tahun lalu. Gue agak nggak ngerti, trus mulai tanya apa maksudnya. Kata kakak sepupu gue (yang juga perempuan tapi kuliah di teknik pertambangan) mahasiswi psikologi itu cantik-cantik, bajunya matching, yang bermake-up juga lumayan banyak. Sebagai perempuan teknik yang beda jalur (soal penampilan) jelas aja kakak sepupu gue menilai seperti itu.

Dan soal modis plus cantik, gue setuju!
Kakak angkatan gue (yang perempuan) modis dan cantik semua.
Gue kira ini semacam konformitas tapi pagi ini gue menemukan jawabannya.

Mata kuliah psikodiagnostik dimana kami, para mahasiswi dipersiapkan untuk memiliki skill menjadi tester psikotes yang sebenernya bukanlah merupakan suatu tes karena tidak ada pengertian lulus dan tidak lulus.. HAHA
Serius, di mata kuliah Psikodiagnostik tadi gue menemukan jawabannya.

Dosen mata kuliah tersebut menjelaskan, "Pakailah baju yang warnanya senada, cocok dan tidak membuat testee (orang yang akan dites) pusing. Tersenyumlah dan pasang ekspresi yang membuat testee merasa nyaman, perhatikan testee namun jangan membuatnya merasa terintimidasi. Apapun yang kalian rasakan, bosan, sakit, kedinginan, atau apapun jangan sampai ditunjukkan kepada testee. Tampilkan performa terbaik, buatlah testee dan diri anda sendiri nyaman."

Gue nggak mempromosikan bidadari-bidadari Fakultas ini kok, gue cuma membagi jawaban dari pertanyaan yang sudah dua tahun ini ada dalam kepala gue aja. Tapi kalau ditinjau lagi, mungkin 'cantik' bukan frase yang tepat.

Kemampuan menampilkan performa terbaik dan meyakinkan orang tentang diri kita, menurut gue lebih tepat disebut dengan 'menarik'.
Attraktif!

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting