Minggu, 24 Maret 2013

I'm not trying to impress you

Menurut gue, semua orang pasti seenggaknya punya beberapa 'gaya' atau 'kepribadian semu' yang digunakan saat bertemu orang lain. Gaya-gaya ini kayaknya berbeda untuk tiap lawan bicara. Misalnya, gaya pas ketemu junior/adik angkatan mungkin beda pas ketemu sama orangtuanya pacar. #Yaiyalah #Timpuk

Itu bukannya munafik.
Memang manusiawi kalo kita tampilan yang kita perlihatkan akan menyesuaikan dengan tokoh yang kita ingin perankan atau seperti apa kita ingin dikenal.

Gue contohnya.
Pas lagi presentasi di kelas berusaha buat keliatan ngerti dan yakin,
ini membuat audiens memberikan atensinya ke gue yang lagi ngomong di depan.
Kebayang nggak kalo lo lagi ngomong di depan dan keliatan nggak yakin sama apa yang lo omongin? Yang merhatiin juga males kan?

Atau pas lagi ngobrol sama adik angkatan.
Mereka menceritakan masalahnya, gue pasti bakal naggepin dengan tenang meskipun mungkin gue juga nggak ngerti mau kasi tanggapan atau solusi kayak gimana.

Pun kalau lagi sama partner.
Bedanya, gue bakal terlihat lebih apa adanya.
Marah bilang marah. Bingung bilang bingung. Takut bilang takut.

Gue akan sangat transparan seperti ubur-ubur. #SeremAbis
Maksudnya gue akan menampilkan guenya gue.
Gue bakal ngomong apapun yang ada di dalem kepala bahkan tanpa filterisasi dulu.

Dan sampai sekarang,
gue merasa tetap bahagia seperti itu.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting