Selasa, 26 Februari 2013

Like Partner, Like Parents?

Pernah denger mitos ini nggak:
"Pada akhirnya secara tidak disadari kita akan mencari partner yang mirip sama orangtua kita. Anak perempuan akan mencari partner yang mirip sama ayahnya. Anak lelaki akan mencari partner yang mirip ibunya."
Sebenarnya itu adalah pandangan Sigmund Freud, seorang tokoh psikoanalisa yang sangat mengagungkan pengaruh alam bawah sadar terhadap tingkah laku kita sehari-hari.

Kembali ke mitos tadi.

ps: tanpa mengurangi rasa hormat untuk semua orang tua di muka bumi.
Untuk cewek yang punya Bapak/Papa/Ayah keras kepala dan kalo seandainya lo nanti punya suami kayak gitu you can't stand it,
atau untuk cowok yang punya Ibu/Mama/Bunda sering ngomel dan kalo seandainya lo nanti punya istri kayak gitu you also can't stand it.

Jangan khawatir.

Sebuah studi yang hasilnya diterbitkan di Journal of Research of Personality menyatakan bahwa kita nggak perlu merasa takut akan punya partner yang mirip dengan orang tua kita.

Sumber data penelitian ini berasal dari sampel berukuran besar pasangan kembar di Belanda dan keluarga mereka menghasilkan kesimpulan bahwa hampir tidak ditemukan hubungan antara kepribadian dari orang tua dan partner.
Tapi,
*iya gue tau kok kata 'tapi' selalu membawa perasaan nggak enak*

Ada satu pengecualian, partner biasanya memiliki kesamaan dengan orang tua dalam keterbukaan (openness) dalam menerima ide atau pengalaman baru.
pss: untuk yang tertarik melihat hasil penelitian tentang openness bisa klik disini
Menurut Robert Mc Crae keterbukaan (openness) adalah ciri-ciri kepribadian yang akan mempengaruhi siapa yang kita sukai dan dengan siapa kita lebih nyaman menghabiskan waktu.

Jadi kalo orang tua lo misalnya dengan mudah menerima ide/saran/pengalaman baru maka besar kemungkinannya lo akan memiliki partner dengan sifat yang sama.
Kenapa? Karena lo merasa nyaman dengan orang seperti itu.
Contoh gampangnya adalah menentukan pilihan makanan.
Kalo orang tua lo adalah tipe yang 'kalo udah suka makan di satu tempat makan, bakalan males coba yang lain dan terus-terusan makan disitu' maka kemungkinan besar lo akan punya partner dengan sifat yang sama.

Amir Levine, seorang psikiater yang berasa dari Kolumbia menyatakan bahwa pandangan Freud mengenai seleksi pasangan terlalu sederhana. Quoted from Levine, "We're very social beings and very adaptable. We learn different ways of relating to different people."

"You choose a mate for many reasons. Similarity to your parents is not among them."

source: Psychology Today Magazine, October 2012

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting