Sabtu, 23 Februari 2013

In-secur(e)-ity

Melihat topik insecure yang kayaknya rame dibicarakan di linimasa twitter oleh orang-orang (ketauan banget tiap online yang diliatin cuma twitter), sebenernya gue udah buka psychology today buat melihat artikel ilmiah mengenai fenomena insecure ini tapi berhubung kecepatan internet nggak memungkinkan jadi.....

*tarik nafas*
(sudahlah, yuk mari move on dan menulis dengan referensi lain)

Apa sih orang yang insecure itu?
Insecure secara harfiah berarti 'tidak nyaman' maksud dari istilah ini adalah ketidaknyamanan seseorang terhadap dirinya sendiri yang mengakibatkan dia menunjukkan perilaku-perilaku tertentu supaya dia merasa nyaman sama dirinya sendiri.

Rasa insecure atau tidak nyaman itu sebenernya disebabkan oleh rasa percaya diri yang minim. Orang ini biasanya merasa inferior/rendah di mata orang lain. Penyebabnya bisa beragam seperti penampilan atau kemampuan yang (menurutnya) tidak sebanding dengan orang lain.

Apa saja ciri-ciri perilaku orang yang insecure?
Udah dibahas kan kalo orang yang insecure ini merasa inferior? Buruknya perasaan insecure ini adalah saat dorongan yang muncul bukannya menambah kualitas diri tapi malah merendahkan orang lain.

Makanya salah satu ciri orang yang insecure adalah seorang bully. Pernah ketemu orang yang sering menjelekkan orang lain secara terus-menerus? Ketemu si A ngomongnya, "Kok sekarang gendutan sih?" trus ketemu si B, "Kok lo iteman sih?"

Defensif. Ciri lain dari orang yang insecure adalah kesulitan mereka menerima kritik. Mereka menganggap bahwa kelemahan adalah suatu yang haram diketaui oleh orang lain karena itu saat dikritik mereka akan merasa terancam dan membantahnya habis-habisan.

Selain nggak bisa menerima kritik, orang yang insecure biasanya menunjukkan pada orang lain (dan diri sendiri) dengan bersaing berlebihan. No, gue nggak bilang kalo kita nggak boleh berkompetisi tapi bersaing berlebihan maksudnya adalah nggak bisa menerima kekalahan dan menyalahkan orang lain untuk kegagalan atau kekalahannya. Ucapan yang mungkin muncul adalah, "Yaiyalah dia menang, dia kan ada affair sama jurinya."
Take a note!, cuma orang yang nyaman sama dirinya sendiri yang bisa menerima kekalahan.

Pernah kenal orang yang serrrrrrrring banget mempromosikan diri sendiri nggak kenal situasi? Perilaku ini sebenarnya dilakukan oleh orang yang insecure untuk mencari pengakuan diri di mata orang lain. Mereka butuh pengakuan, sebanyak-banyaknya kalo bisa. Contohnya gampang, "bla bla bla (bicarain kejelekan orang lain) kalo gue sih nggak kayak gitu." atau "Gue tuh nggak pernah nikung cowok orang, beda sama si D (ceritain kejelekannya si D) bla bla bla.."

Gue termasuk manusia yang insecure nggak?
Bisa iya, bisa enggak. #laluditimpuk
Pertanyaan besarnya, apakah lo merasa nyaman nggak sama diri lo sendiri?

Indikatornya banyak, apakah lo menerima kekurangan lo sebagai bagian yang memang mutlak ada dalam diri lo? Apakah lo merasa nyaman bergaul dengan orang lain tanpa merasa rendah diri?
Apakah lo sudah cukup berani bilang, 'Whatever, this what I am and I love it!'

Kalo gue insecure, gimana dong?
Ya dibikin secure dong! #YouDon'tSay #ditimpuklagi
Serius, nggak ada yang bisa bikin lo merasa aman dan nyaman dengan diri lo kecuali diri lo sendiri. Bahkan bantuan profesional dari psikolog pun tetap harus diimbangi dengan effort yang berasal dari diri lo.
You can pay the psychologist, you just can't buy the security.

Apa gue cari pacar aja ya biar merasa secure?
Ha! Salah!
Menjalin sebuah hubungan yang sehat harus dilakukan oleh dua orang yang sehat juga baik secara fisik dan psikis. Jangan menjadikan ketidak-secure-an lo sebagai alasan buat menjalin hubungan dengan seseorang. Hasilnya bisa jauh lebih buruk dari ini.

Sekian dulu bahasan insecure kali ini,

ps: any comment will be appreciated.. 

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting