Minggu, 24 Februari 2013

Menarik? Apakah selalu fisik?

"Gue sih pingin ajakin kenalan, tapi mana mungkin dia mau sama gue.. Gue kan bla bla bla (menyebutkan kekurangan diri satu-satu)"
Pernah denger dialog di atas kan? Atau malah merasa pernah jadi orang yang mengucapkannya? Tenang, lo nggak sendirian kok.

Secara tidak langsung, kita membuat kategori-kategori 'cantik' atau 'ganteng' atau 'nggak cantik dan nggak ganteng' berdasarkan perbandingan sosial yang ada di sekitar kita. Dari perbandingan-perbandingan itu, kita kemudian memasukkan diri kita dalam kategori tertentu.

Seringnya, orang merasa nggak menarik karena nggak punya indikator-indikator cantik/ganteng seperti tubuh langsing (buat cewek), tubuh berotot (buat cowok), hidung mancung, kulit putih, dan sebagainya.
"Masalahnya, gue emang beneran nggak menarik."

Permasalahannya bukan itu. Masalahnya, apa iya 'menarik' semata-mata hanya 'cantik/ganteng' aja? Apa iya calon pasangan kita hanya berfokus pada tampilan fisik untuk menilai apakah kita menarik di matanya?

TIDAK.
Kabar baik, kan? :)

"Kata siapa? Kata lo? Orangtua gue juga bilang gitu. Basi!"

Salah satu artikel di Psychology Today yang berjudul "Is Your Personality Making You More or Less Physically Attractive?" menyatakan bahwa : Daya tarik fisik adalah sesuatu yang subjektif.
Maksudnya tiap orang punya selera yang berbeda satu sama lain. Nggak semua cowok suka cewek yang kulitnya putih dan nggak semua cewek suka cowok yang badannya berotot. Nah, menurut penelitian pendapat subjektif tentang daya tarik ini mudah dipengaruhi oleh kepribadian.

Artinya, kepribadian lo bisa mengubah cara orang lain melihat lo dari luar!
Beberapa penelitian membuktikan hal ini, untuk penelitiannya boleh dibaca disini

Hasil dari penelitian-penelitian tersebut (kalo lo mau baca, hehe..) menunjukkan bahwa banyak orang yang akhirnya menjadi pasangan bahkan meskipun awalnya tidak ada ketertarikan fisik di antara mereka.
"Kalo emang kepribadian mempengaruhi kadar daya tarik fisik, ada nggak caranya biar gue terlihat menarik meskipun bla bla bla (sebutin lagi kekurangan diri satu-satu)?"

1. Kembangkan kepribadian yang baik.
Ambil cermin, ngaca! Liat siapa yang ada di depan lo, seperti apa pribadinya. Sadari dan jujur sama diri sendiri, apakah orang yang ada 'di dalam' diri lo baik/buruk?
Misalnya, "Gue emang sering egois, memaksakan kehendak gue. Mulai sekarang gue harus belajar mikirin perasaan orang lain sebelum bertindak." 

2. Jangan buru-buru.
Kalo orang jawa bilang, "Alon-alon asal kelakon.."
Untuk memberikan penilaian mengenai kepribadian seseorang butuh waktu karena memang nggak semudah melihat tampilan fisik. Terlibat dalam obrolan-obrolan ringan yang menyenangkan dan hangat bisa jadi satu nilai plus.
Meskipun kepribadian lo baik tapi kalo tiba-tiba nanya, "Lo mau nggak jadi pacar gue.."
Ngeri~

3. Tetap positif!
Menggunakan pengaruh kepribadian sebagai daya tarik bukan sesuatu yang bisa dilakukan satu kali kayak sulap. Hal ini perlu dipertahankan dan diperbaiki terus-menerus. Kalo orang menilai kepribadian lo nggak menarik, maka tampilan fisik lo akan dinilai dengan cara yang sama juga.
Menjaga kepribadian agar tetap menarik perlu dilakukan bahkan oleh orang yang sudah menarik 'di luar' juga!

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting