Senin, 07 Januari 2013

Stages in relationship

Gue sering mencari jawaban atas fenomena, pertanyaan, atau hal-hal kecil di daily life gue dengan googling.
Iya, memang gue terlalu malas buka buku dan baca.

Sore ini setelah melalui UAS tiga mata kuliah dengan bobot 5 SKS yang jumlah soalnya aja udah bikin mual, gue memberikan reward diri sendiri dengan membaca sebuah artikel dari http://www.therelationshipgym.com tentang tahap-tahap dalam relationship.

Apa saja tahapannya?

1. Romance (Infatuation)
Pada tahap ini, semua yang indah-indah dimulai.
Analoginya seperti ceri di atas kue kita.
Tahap romance merupakan tahap yang paling manis, indah, menawan, dan luar biasa *oke mulai lebay*

Kita merasa telah menemukan potongan hati dan menyukai semua hal tentang pasangan.
Mulai dari cara ngomongnya, senyumnya, matanya, semuanya tentang dia pasti menarik bagi kita.

2. Power Struggle
Ehm. Mari tarik nafas dulu sebelum membahas tahap yang ini.
Power struggle adalah tahapan yang membutuhkan daya besar untuk bertahan.

Hal-hal sebelumnya yang tidak dirasakan mengganggu mulai menjadi butiran debu yang mengusik. Gue serius soal analogi butiran debu, maksudnya disini adalah kebiasaan atau hal kecil yang sebenarnya sepele tapi mengganggu. *Persis seperti debu yang kecil tapi kalau masuk mata bisa bikin kelilipan*

Sedikit catatan, semakin romantis sebuah hubungan dimulai maka akan semakin pedih dan menyakitkan waktu mulai masuk ke tahap power struggle. *senyum miris*

Pada tahap ini akan banyak pertengkaran atau adu argumen (ngerti kan kenapa di awal tadi dibilang kalo tahapan ini butuh daya yang besar buat bertahan?) dan pasangan yang nggak cukup kuat bertahan biasanya akan mengakhiri relationship mereka disini.

3. Co-creativity
Selamat bagi jiwa-jiwa pemberani yang berhasil melalui power struggle stage
*keprok-keprok*

Bagi pasangan yang sudah berhasil, tahap selanjutnya adalah co-creativity.
Tahap ini adalah tahap perkembangan setelah power struggle,
pada co-creativity stage dibandingkan dengan menuntut kebutuhan atau keinginan kita terhadap pasangan, kita akan cenderung untuk bertanya pada diri sendiri "Apa yang bisa saya berikan pada pasangan saya?"

Rasanya akan mirip seperti tahap pertama yang manis dan indah,
bedanya adalah pada co-creativity stage perasaan yang kita rasakan berdasar pada realitas dan dasar yang solid karena sudah lebih mengenal satu sama lain.

Fungsi dari power struggle stage akan sangat terasa di tahap ini karena kita sudah lebih mengenal siapa pasangan kita sebenarnya. Kita juga merasa benar-benar dicintai dan merasa aman untuk menjadikan kebutuhan pasangan sebagai prioritas kita.

 If both of you are able to feel this way then your relationship will blossom..
:) <3

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting