Rabu, 09 Januari 2013

Satu / Satu Setengah?

Tadi siang baru saja memesan steak murah dengan porsi dobel (sok jagoan dan overconfidence dengan kapasitas perut) bersama dengan Tata dan Lidya setelah melalui dua jam UAS mata kuliah Psikologi Eksperimen..

Lalu di tengah makan dan proses perenungan 'kok ini nggak abis-abis ya daritadi..' 
Tata nyeletuk, "Heran ya, pas gue pesen seporsi kurang. Eh giliran pesennya dobel kebanyakan."
Dipikir-pikir gue sering loh merasakan hal yang sama. Contohnya aja mi instan, pas lagi laper banget biasanya gue sok-sokan bikin mi dua porsi dan ternyata nggak abis juga.

Kalau dikaitkan dengan hubungan.
Seorang teman yang pernah merasakan punya hubungan yang jumlahnya satu setengah (yang pertama resmi yang kedua setengah resmi) pernah menyatakan hal yang analoginya sama.
"Pacar satu tuh kurang. Pas dia sibuk, dia ngga mood, dia PMS, atau lagi ngga bisa nemenin kita (ada cengiran nakal sebagai jeda kalimatnya) di saat itulah s*lingkuhan dibutuhkan.."
Dan yah, sebagai manusia yang selalu merasa kebanyakan dengan hal-hal berporsi dobel.
Gue rasa, gue merasa cukup dengan satu.

Kita ngga perlu muntah dulu buat berhenti makan, kan?

*images's source: google

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting