Selasa, 25 Desember 2012

Membuat dunia iri

Mungkin aku harus berhenti menulis tentangmu supaya dunia tidak terlampau iri.

Tapi kupikir,
menyenangkan membuat dunia iri untuk hal-hal menyenangkan yang kamu lakukan untukku.

Toh dunia sering membuat aku iri dalam banyak hal.

:)

Senin, 24 Desember 2012

Our last date in 2012

Senin, 24 Desember 2012.

Pagi.
Aku duduk ditemani dengan seporsi makanan siap saji yang masih bersisa seperempat.
Menunggu kamu yang baru datang sekitar sepuluh menit kemudian.

Film roman tentang kisah cinta seorang tokoh nasional yang ramai dibicarakan itu menjadi acara kita hari ini.
Well, I know you're not into romance movie but since I've read the book and the movie was great. I insist.

Siang.
Antrian bioskop luar biasa panjangnya. Aku diam saja, menunggu keputusanmu.
"Kamu antri disini, aku antri disana ya. Nanti siapa yang antriannya duluan, satunya keluar antrian trus nunggu."

Saat mengantri aku melihat pasangan-pasangan lain yang bercengkrama sambil menunggu antrian berjalan.

"Our relationship is a system, my dear. And a long lasting system must be efficient." jawabmu saat aku bertanya perihal keputusanmu.
I date an engineer, that's what I got. 

Sore.
Mataku berkunang-kunang. Seharian mengitari mall dan mengobrol denganmu menyenangkan. Tapi masa recovery ini memang membuat aku lebih payah dari biasanya
dan aku benci membuatmu panik.
I supposed to be stronger than this!!

Petang.
Kamu, dengan keras kepala dan tidak mendengarkan ucapanku memesan dua tiket travel.
Kamu, masih dengan wajah panik yang lucu dan pertanyaan soal keadaanku yang terus menerus kujawab dengan anggukan.
Kamu, bersikeras mengantarku pulang.

Aku, aku benci merepotkanmu seperti ini.
Aku, tertidur sepanjang perjalanan pulang di bahumu.
Geez, I'm your shoulder #1 fan!!!

Public Display Affection

Seorang teman pernah menanyakan ke gue, "Gimana pendapat lo soal PDA (Public Display Affection alias bermesraan di depan umum?"

Gue menanggapi biasa,
"Selama mereka enggak mengganggu orang lain dan sadar tempat, persepsi gue terhadap kegiatan mereka ya ekspresi dari cinta."

Iya kan?

Pandangan gue terhadap pasangan-pasangan yang gandengan tangan,
pelukan, bahkan ciuman di tempat umum tetap sama kok sejak dulu masih single sampai sekarang sudah ber-partner.

Semua orang berhak mengekspresikan cintanya.

Mama dan Papa gue adalah tipe orang yang sering bemesraan di tempat umum, mungkin itu jadi salah satu alasan gue menanggapi PDA sebagai hal yang biasa.

Lagipula menurut gue selama mereka wear their clothes on dan tidak melakukan aktivitas seksual yang nyata dan inappropriate ditunjukkan di khalayak ramai..

Holding hands, hugs, and kisses seems sweet for me..
as long as you do with the right person..
:*

Minggu, 23 Desember 2012

I'm not that bad

Helloooooooo..
Gue baru saja menyelesaikan satu tugas mata kuliah Psikologi Sosial yang dijadikan syarat mengikuti UAS semester ini.
*keprok keprok*

Dan yah,
untuk tugas yang bisa gue selesaikan dengan baca buku secepat kilat dan duduk depan netbook berjam-jam diselingi ngemil, smsan, dan tweeting..

I'm not that bad.
I can do what I want to do, huh?
;)

(Tidak semua) cowok parno diajak ngomong serius

Gue punya kebiasaan buruk,

menurut seorang teman mengutip dari sebuah buku yang gue lupa judulnya :
"Kunci dari hidup bahagia adalah tidak menanyakan pertanyaan yang tidak ingin kita tau jawabannya.."

Tapi seperti sebagian manusia lain,
gue adalah tipe manusia yang ingin bahagia namun merasa perlu memuaskan rasa penasaran.

Kemarin malam,
saat gue sedang butuh mood untuk mengerjakan tugas (yang belum dikerjakan juga sampai hari ini), gue dan A terlibat pembicaraan yang cukup serius mengenai hubungan.

Lucu juga, kami sangat jarang bicara serius via telepon.
Saat topik yang kami bicarakan terus naik level keseriusannya,
gue langsung teringat perkataan seorang teman cowok:
"Cowok suka parno diajakin ngomong serius. Niatnya ngajak punya hubungan serius yang ada ntar malah ditinggal.."

Lalu dengan menyiapkan diri terhadap jawaban yang akan dia berikan,
gue pun bertanya, "Topiknya terlalu berat kayaknya ya, untuk orang yang baru pacaran sebulan lebih sedikit? Mau ganti topik aja?"

Yang gue dengar selanjutnya adalah: "Kenapa? Engga kok. Kamu kan visioner. Lagian memang semuanya perlu dibicarakan kan?"

Hi partner, I'm in love with you.
I guess you already know that ;)

Dear, future partner in life.

"Dear, future wife. I'm trying to be a good father for our children.." -@rankrank

Sweet kan? Iya banget.
Ngeliat tweetnya kak Rangga gue jadi mengevaluasi diri sendiri.
Apa yang sudah gue lakukan dalam rangka menjadi seorang IBU yang baik?

Gue memang (agak) visioner.
Gue tau langkah apapun yang gue ambil akan berpengaruh dalam hidup gue,
sekecil apapun itu.
Jadi gue selalu berusaha buat mengambil langkah yang paling baik dengan segala pertimbangan yang ada.

Tapi menjadi seorang ibu?
Dengan segala keegoisan, kecerobohan,
dan kemanjaan yang masih jadi satu dengan kepribadian gue?

Gue sama sekali belum berfikir ke arah situ.
Di tengah tuntutan mengerjakan dua tugas akhir yang menjadi pra syarat UAS.
Lalu harus memahami materi dari delapan mata kuliah pas UAS nanti.

*sigh*

"Dear future partner in life. I'm trying to be good. I don't know yet what I will be. I'm just trying to be good enough to live. That's all." -@auliafairuz

**untuk yang bertanya-tanya siapa @rankrank alias kak Rangga. Beliau adalah mahasiswa psikologi yang baik dan sedang menjalani semester tujuh. Menurut header blognya, beliau sedang mencari cinta. Kalau ada reader yang merasa cukup pantas bersanding dengannya, blognya bisa dilihat disini

Sabtu, 22 Desember 2012

Patah hati juga bisa

Gue percaya cinta akan menimbulkan kekuatan.

Kalau ada yang nggak percaya, coba liat statistik jumlah kelahiran tiap tahunnya.
Setiap calon ibu tau bahwa melahirkan itu sakit dan tidak mudah tapi banyak ibu yang nggak kapok punya anak.

Kalau masih nggak percaya juga, coba liat ayah yang bekerja mulai dari pagi sampai malam trus pulang ke rumah dan harus berangkat lagi besok paginya.
Beliau tau gajinya akan dibagi untuk kehidupan istri dan anaknya tapi tetap ikhlas berangkat dan bersusah payah meskipun bukan untuk kesenangan sendiri.

Itu tadi cinta yang positif.

Patah hati (yang notabene dulunya cinta) juga bisa menimbulkan kekuatan.
Nggak percaya? Gue juga.
Sampai seorang senior yang sekarang sudah lulus membuktikan kekuatan patah hati ke gue.

Pasangannya pergi setelah memutuskan hubungan secara sepihak karena berselingkuh.
Hubungan mereka sudah sampai di tahap pertunangan dan sedang menyiapkan pernikahan.
Sakit? Pasti.
Apalagi setelah dia tau bahwa alasannya adalah keberadaan orang ketiga.

Namun kemudian dia menanggapi patah hati dengan sikap yang berbeda.
Saat orang lain yang mungkin satu nasib masih dalam fase nangis-menyalahkan-takdir
dia menggunakan patah hatinya untuk mengerjakan skripsi.

Iya,
tidur hanya beberapa jam sehari, kejar dosen pembimbing,
bimbingan hampir setiap hari.
Lalu menyelesaikan kuliah tepat waktu (yang mana jarang banget ada di fakultas gue yang masuk dalam 3 fakultas dengan persentase kelulusan tepat waktu paling rendah se-universitas)

Setelah mendengarkan cerita senior gue.
Gue mungkin perlu mengubah statement yang menjadi pembuka post ini.

Cinta (dalam apapun bentuknya) selalu akan menimbulkan kekuatan.

Smartphone-mu

Kamu.
Jari-jarimu masih sibuk memainkan keypad smartphone.

Aku disini dan kamu masih bisa-bisanya memberi perhatian pada benda kecil itu?

Aku.
Bermodalkan raut muka sebal, berkata dengan tegas.
"Kamu lagi sama aku, ngapain sih masih sibuk sama yang lain?"

Senyummu terulas.
"Aku kan begini biar bisa cuma sama kamu."

Setelahnya kamu menunjukkan kegiatanmu.
Iya, kamu sengaja mematikan sinyal ponselmu.
Membiarkannya tak bisa menerima pesan dari siapapun untuk sementara waktu.

"Nah, sekarang aku udah bener-bener cuma sama kamu. Mau cerita apa, sayang?"
tanganmu terlipat di depan dada, menatap ke arahku tanpa jeda.

There you,

make me fall over and over again.
<3

Happy Mother's Day

Happy Mother's Day Mam,
I will never able to love you as much you love me.

For every words which hurt you,
for everything I've done bad to you..
I'm so sorry.

For every hug and kiss,
for every support in my way..
I'm grateful to be your daughter.

And I hope you know,
I love you by my own way.
:)

Jumat, 21 Desember 2012

Need You Now -Lady Antebellum


Picture perfect memories scattered all around the floor
Reachin' for the phone 'cause I can't fight it anymore
And I wonder if I ever cross your mind
For me it happens all the time

It's a quarter after one, I'm all alone and I need you now
Said I wouldn't call but I lost all control and I need you now
And I don't know how I can do without
I just need you now

Another shot of whiskey can't stop looking at the door
Wishing you'd come sweeping in the way you did before
And I wonder if I ever cross your mind
For me it happens all the time 

It's a quarter after one, I'm a little drunk and I need you now
Said I wouldn't call but I lost all control and I need you now
And I don't know how I can do without
I just need you now


Guess I'd rather hurt than feel nothin' at all

It's a quarter after one I'm all alone and I need you now
And I said I wouldn't call but I'm a little drunk and I need you now
And I don't know how I can do without 
I just need you now

I just need you now

Ooo, baby, I need you now

The best revenge

Marcus Aurelius (seorang kaisar Roma) mengatakan bahwa,
"Balas dendam yang paling baik adalah menjadi tidak seperti musuhmu.."

Maksudnya, dengan berbeda dengan musuh kita maka kita diharapkan akan jadi pribadi yang lebih baik.

Pernah ketemu orang yang nyebelin?
Misalnya, dia sering banget merendahkan orang lain. Apapun yang dilakukan orang lain dinilai nggak berguna, sering merasa benar sendiri.

Merasa perlu balas dendam?

Merendahkan dia, misalnya?
Tujuannya sih supaya dia tau rasanya direndahkan orang lain.

Mungkin akan menyenangkan.
Tapi secara langsung lo akan bersikap seperti dia.
Apa bedanya lo sama dia kalau sama-sama merendahkan orang lain dan merasa benar sendiri?

Got the point?
Balas dendam yang paling baik adalah tidak melakukan apa yang dia lakukan.

Gue jadi inget pernah membaca kutipan dari Steve Jobs :

"By the way, what have you done that’s so great? 
Do you create anything, or just criticize other’s work and belittle their motivations?" -Steve Jobs

What have you done that's so great?

Sahabat yang mudah tersinggung

Sahabat sejati memang mudah tersinggung.

Dia tersinggung saat kamu memilih untuk meminta pertolongan dari orang lain dibandingan dengan pertolongannya.
Karena dia merasa tidak kamu butuhkan lagi.

Dia tersinggung saat kamu menyimpan masalahmu sendiri dan enggan membagi bebanmu di atas pundaknya.
Karena bahunya juga bahumu, segala apapun daya yang dimilikinya boleh kau gunakan.

Dia tersinggung saat kamu hanya berusaha menyenangkannya.
Karena seperti apapun respon yang kamu berikan, dia tak akan pernah menyalahkanmu.

Dia tersinggung saat kamu memilih menangis sendiri, marah sendiri, bingung sendiri.
Karena seburuk apapun keadaanmu, dia ingin ada di sampingmu.

Dia tersinggung saat kamu enggan minta maaf dan memanjakan egomu.
Karena untuknya, maaf yang kamu ucapkan sama sekali tidak merendahkan posisimu di matanya.

Dan untuk semua hal yang menyakitimu, dia tidak pernah bermaksud melakukannya dengan sengaja.

Pun semua hal yang menyakitinya, dia memaafkanmu bahkan saat sakitnya masih dia rasakan.

Kamis, 20 Desember 2012

...

"Jangan mengatakan sesuatu yang suatu saat nanti tak bisa kau pertanggungjawabkan.." -Tata

Saudara (tidak) sedarah

Gue memang pelupa.
Karenanya gue sengaja meletakkan beberapa benda di tempat dimana gue akan sering melihatnya.

Cermin persis menempel berhadapan dengan kursi kerja.

Mawar yang tiap pagi kuucapkan selamat pagi di atas meja kerja.

Pita oranye kecil di pigura cermin.

Cermin yang selalu mengingatkan gue soal lingkar mata, kulit berminyak, dan senyum apresiasi terhadap diri sendiri setelah menyelesaikan sebuah tugas atau tulisan.

Mawar yang mengingatkan untuk terus bersyukur pada Sang pemberi hidup atas pertemuan dengan si pemilik senyum bintang.

Pita oranye kecil yang selalu saja mengingatkan soal kepedulian. Kepedulian dari seorang saudara yang tak diciptakan sedarah. Kepedulian yang selalu bisa diandalkan.

Dan untuk tiap kesulitan yang datang, gue yakin mampu menghadapinya.
Sekuat keyakinan bahwa Tuhan tidak akan menciptakan sebuah ruang tanpa pintu keluar.

Untuk saudara yang dilahirkan dari bukan rahim ibundaku.
Aku peduli.
Aku peduli dan membutuhkanmu.

Arguing instead of fighting


"Healthy couple don't fight, they argue."

Kalimat pembuka yang bagus kan? Dalam relasi intim seperti berpacaran dan suami istri kadang kita sulit membedakan antara fighting dengan arguing.

Berikut perbedaan antara arguing dan fighting :

FIGHTING:
Menaikkan nada suara
Membesar-besarkan masa lalu
Saling menjelekkan satu sama lain
Berfokus pada masalah





ARGUING:
Nada suara tenang
Saling menghormati
Berfokus hanya pada satu isu
Berfokus pada solusi



Di bawah ini adalah 10 langkah melakukan adu argumen dengan pasangan tanpa harus bertengkar.

1. Pilih satu waktu dalam seminggu untuk bicara.
Waktu yang dipilih ini harus merupakan waktu yang tenang dan tidak mengganggu agenda dua belah pihak supaya pertemuan/pembicaraan tidak dimulai dengan terpaksa.

2. Matikan hp, tv, laptop, atau sumber distraksi yang lain.
Memusatkan perhatian pada pasangan dan diskusi yang dilakukan merupakan hal yang penting supaya pembicaraan yang dilakukan bisa berfokus pada isu/permasalahan yang harus diselesaikan.

3. Pilih satu orang (lo/dia) yang memberikan sebuah topik.
Pemilihan topik ini bisa dilakukan bergantian tiap minggu, misalnya minggu ini lo yang pilih topiknya, minggu berikutnya giliran dia.
Mulailah dengan topik yang ringan sebelum berlanjut ke topik yang lebih berat, misalnya kebiasaan dia yang nggak memberikan kabar sama sekali pas dia sibuk.

4. Berikan batasan waktu, misalnya 15 menit.
Orang yang memilih topiknya diberikan waktu bicara 15 menit. Dalam 15 menit ini tidak boleh ada interupsi atau pembelaan diri dari pasangan yang kebagian giliran mendengarkan.
Meskipun mungkin akan terdapat salah pemahaman atau salah penafsiran situasi, biarin aja sampai waktu bicara yang diberikan habis.

5. Saling berpegangan tangan.
Saling berpegangan tangan menunjukkan adanya ikatan secara emosional yang kuat antar pasangan.

6. Gunakan kalimat yang dimulai dengan, "Aku merasa.."
Misalnya, "Waktu kamu sibuk seharian dan nggak memberikan kabar sama sekali, aku merasa khawatir."

7. Hindari menggunakan kalimat 'selalu' dan 'tidak pernah'
Orang sangat jarang 'selalu' atau 'tidak pernah' melakukan sesuatu. Menggunakan dua kata itu malah membuat pasangan berperilaku defensif dan tidak memberikan pemecahan masalah.

8. Berikan solusi.
Misalnya, "Menurutku kamu bisa kabari aku sebelumnya kalau kamu akan sibuk seharian, jadi aku nggak khawatir."

9. Saat waktu habis, berikan giliran bicara dengan waktu yang sama untuk pasangan.
Peraturan yang sama berlaku untuk orang berikutnya. Tidak boleh ada interupsi dari pasangan yang kebagian giliran mendengarkan. Orang kedua yang bicara merespon topik yang sama dari sudut pandangnya, mengungkapkan perasaannya, dan memberikan solusi (bisa jadi sama atau berbeda)

10. Setelah waktu bicara untuk kedua pihak habis, pembicaraan selesai.
Terlepas dari ditemukan atau tidaknya solusi untuk masalah sebelumnya, pembicaraan harus selesai untuk menghindari debat panjang yang biasanya berujung pada pertengkaran.
Selanjutnya bisa dibuka topik baru yang lebih berat dari sebelumnya atau menyelesaikan diskusi.

Langkah tambahan:
11. Menjauhlah ketika marah.
Kalau lo merasa akan ngomong sesuatu yang nggak berbobot atau memberikan pembenaran akan tindakan lo, bilang ke partner lo untuk menunda pembicaraan ini selama beberapa menit. Penting untuk bilang kalau lo bakal balik lagi setelah beberapa menit karena bisa jadi partner lo merasa ditinggalkan dan tidak dipedulikan.

*Blog post ini ditulis setelah membaca artikel di website Psychology-Today dengan
judul: "10 Steps for Arguing Instead of Fighting"
yang ditulis oleh Stephanie Sarkis, Ph.D.
**images source: google

Rabu, 19 Desember 2012

Fresh to Move On - Joko Anwar

A recommended short movie from Joko Anwar (again).
Just like the previous movie which I watched, I LOVE THE SWEET ENDING <3
Enjoy watching..

Selasa, 18 Desember 2012

Pria romantis dan seksi

Saling berkirim mention bersama @FuyuPS dan @ruthNanda mengenai pria romantis,


mengingatkan gue pada post Mario Teguh beberapa hari yang lalu mengenai kriteria lain dari laki-laki.


Laki-laki yang seksi adalah:

1. Yang sukses.
2. Yang menghasilkan uang yang banyak, tapi menyerahkan semuanya kepadamu.
3. Yang tidak salah, tapi meminta maaf kepadamu, walau pun engkau yang salah.
4. Yang bisa masak.
5. Yang menyukai dan memuji masakanmu - apa pun rasanya.

6. Yang tidak bisa menyanyi, tapi menyanyikan lagu cinta untukmu.
7. Yang tegas kepada orang lain, tapi lembut kepadamu.
8. Yang gagah berani dalam pertempuran, tapi yang merengek manja di pangkuanmu.
9. Yang matanya terbelalak, nafasnya tercekat, super lebay dan berlebihan dalam memuji kecantikanmu.
10. Yang memimpin dunia dan dengan tegas mengharuskan kepatuhan kepada aturannya, tapi menurut kepada aturanmu.

11. Engkau tahu dia berbohong saat memujimu, tapi dia berbohong dengan indah, tulus, dan penuh cinta.
12. Yang hidup hanya untukmu.
13. Yang memerintah dan berkhotbah kepada semesta, tapi diam dengan wajah bayi dan tak bersuara saat engkau berbicara.
14. Yang berani menghadapi sebesar-besarnya musuh dan bencana, tapi yang sangat takut membuatmu menangis.
15. Yang suaranya menggelegar membuat guntur minder, tapi halus dan lembut saat menyebut namamu.

16. Yang menolak makan sebelum semua orang yang dipimpinnya makan, tapi mengikutimu di sekeliling dapur jika dia lapar.
17. Dia menyemangati rakyat untuk hidup dengan mandiri, tapi dia minta kau suapi saat makan.
18. Dia mengetahui arah perjalanan bangsa dalam menuju Indonesia yang jaya dan cemerlang, tapi kebingungan jika engkau tak bersamanya.
19. Dia pembawa pesan dari langit, tapi tetap meminta nasihatmu untuk keputusan yang penting bagi kebaikan banyak orang.
20. Dia bersedih dan menyalahkan dirinya sendiri jika engkau berlaku kasar kepadanya.

21. Saat engkau meminta maaf kepadanya, dia tersenyum dan meminta maaf telah menyebabkanmu berlaku seperti itu, walau sebetulnya engkau tahu hatinya tersayat pedih oleh kekasaranmu.
22. Dia mengharumkan namamu sebagai Permaisuri dalam kerajaannya.
23. Dia menjadikanmu seindah-indahnya perhiasan baginya.
24. Saat dia dihina oleh orang lain, dalam kemiskinan atau dalam kejatuhan derajat, dia tetap merasa yang tertinggi dan terkaya, karena dia memilikimu.
25. Engkau adalah kebanggaan hidupnya.

Beyond sweet, isn't it?

Kejutan dari si pemilik senyum bintang

Sebuah panggilan tadi pagi.

"Kamu dimana? Aku lagi di jalan mau ke Nangor nih,"

Aku tertawa saja, kamu memang sering melucu.

"Serius. Aku ke kampus kamu ya?"

Sekarang aku percaya kamu serius.
Tapi beberapa menit lagi kelasku dimulai,
oleh pengajar yang tak bisa kusepelekan tingkat disiplinnya.

"Sebentar aja. Beneran cuma sebentar."

...

Aku.
Setengah berlari menyusuri tangga gedung kuliahku.
Menuju tempatmu.

Kamu.
Berdiri dengan senyum bintang yang menjadi favoritku.

"Katanya kelasnya udah mulai?" tanyamu yang membuat aku memasang wajah cemberut, sejelas yang aku bisa.

Aku menghentakkan kaki. Kesal. "Kamu ngapain sih? Aku kan lagi kuliah. Kan bisa bilang-bilang dulu, kalo kamu..."

"Aku punya sesuatu buat kamu." ujarmu sebelum aku selesai bicara.

Setangkai mawar.
Membuat lidahku kelu sebentar.
Memunculkan sensasi aneh di perutku.

"Cepet sembuh ya."
tepukan-tepukan ringan di bahuku mengiringi kalimatmu.

Kamu lantas pergi.
Bahkan sebelum aku sempat berterima kasih.

Terima kasih,
untukmu lelaki paling tidak romantis sedunia.
:)

Minggu, 16 Desember 2012

Bukan dongeng

Seorang perempuan.
Bukan putri kerajaan. Sama sekali tidak cantik. Jauh dari tampilan kurus.
Suka bicara. Tukang makan. Manja tak terkira. Mudah menangis.

Seorang laki-laki.
Bukan pangeran. Tidak tampan. Jauh dari berotot.
Pendengar. Pembelajar. Pragmatis. Tidak ekspresif.

Dipertemukan oleh takdir.
Saling berkata cinta.

Kemudian direngkuh oleh kesamaan-kesamaan yang dapat dihitung dengan jari.
Namun dikuatkan oleh perbedaan yang tak terkata banyaknya.

Dalam banyak hal,
mereka saling melengkapi dan menjadi 'yang pertama' untuk satu sama lain.

Ini bukan dongeng.
Karenanya aku tak bisa menuliskan akhir bahagia selamanya.

Si perempuan hanya berjanji.
Selama lelakinya berusaha, dia akan bertahan entah sampai kapan.

Kucing dan adil

Di kosan tempat sekarang gue tinggal, banyak banget kucing.
Hampir semua penghuni kosannya memang sangat suka kucing sih,
jadi memang kucing-kucing yang ada dipelihara dengan baik.

Setiap selesai makan,
makanan sisa yang berupa tulang ikan atau ayam biasanya diberikan ke mereka
(trust me, they eat everything).

Ada fenomena menarik yang gue amati tiap kali Uti ngasi makan kucing-kucing itu.
Berbeda dengan gue yang selalu membagi makanan sisa dengan potongan yang kecil-kecil (tujuannya biar semua kucingnya kebagian), Uti nggak pernah melakukan hal yang sama.

Selesai makan, Uti cuma memberikan makanan sisa ke mereka.
Udah.
Jadilah kucing-kucing itu rebutan,
ada yang dapet potongan besar, ada yang kecil,
bahkan ada yang nggak dapet sama sekali.

Suatu hari, pas ngeliat gue lagi motong-motong tulang ikan.
Uti memberikan kalimat singkat yang 'ngena' menurut gue.

"Adil itu bukan berarti sama, biarkan aja kucing-kucing itu mendapatkan hasil berdasarkan usahanya sendiri. Kau jadi nggak perlu repot membagi tulang ikannya, mereka jadi belajar berusaha kalau mau dapat bagian yang lebih besar." -Uti

Yeah,
wise best friend is wise.

Nanti gimana? - Gimana nanti.

Dalam usia hubungan yang jauh lebih muda dari kata muda (apasih?) , gue sedang melakukan closure terhadap diri sendiri dan partner.

Menyusun perbedaan-perbedaan dan berusaha memfasilitasinya, mensyukuri persamaan-persamaan dan merayakannya. Sederhana tapi tidak mudah.

Gue sedang belajar untuk menjadi orang yang berpikir dengan cara 'nanti gimana?'
Maksudnya disini adalah menyusun rencana sebelum bergerak. Aman tapi kadang membosankan.
Intinya, semua harus dipersiapkan agar usaha yang dilakukan menjadi tidak sia-sia dan hal itu gue pelajari dari dia.

Supaya pembelajarannya seimbang,
gue meminta dia untuk mengerti pola pikir gue yang 'gimana nanti.'
Seperti gue yang melakukan saja hal-hal yang ingin gue lakukan tanpa harus berpikir matang soal rencana dan konsekuensi, analoginya seperti beli tiket kereta tanpa tau kemana tujuannya dan menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Bisa jadi menyenangkan tapi penuh dengan resiko.

Dan untuk banyak perbedaan lain yang akan ditemui nanti,
gue rasa gue akan mulai berfikir 'nanti gimana?' supaya dapat memfasilitasi semuanya dengan baik.

Thanks, you.. :)

Kamis, 13 Desember 2012

Silly silly chat

*Me: on the bed, doing nothing. Him: doing his final assignment.*
"Have taken your medicine, dear?" | "Nope, I haven't eaten anything." | "Eat. now." | "Chat with me, I'll take my meal." | "Okay.."

*Me: on the bed, doing nothing. Him: preparing for his group meeting*
"Morning dear.." | "Morning, have just waken up?" | "I have. I wanna be with you like along the daaaaaay.." | "Can't be, I will have my group meeting this afternoon." | "But I'm lonely, I feel terrible and sick and headache and.." | "Okay, we can chat during the meeting dear."

*Me: on the bed, doing nothing. Him: studying for his final exam*
"Hey.." | "Hey, getting better?" | "Nope, I miss you. What are you doing?" | "Studying. Tomorrow I'll have an exam, remember?" | "I do. Let's chat.." | "..."

See how he can be this super sweet? :3
Yeaaaa, my partner is SUPER CUTE!!

ps: I really wish he doesn't read this post.. :|

God works in His way

Heyhooo, 
Alhamdulillah akhirnya bisa menarikan jemari lagi di atas keyboard netbook.
*warming up*

Jadi ceritanya beberapa hari ini gue diberikan kesempatan sama Allah buat mensyukuri nikmat sehat yang biasanya gue anggap sepele. But I'm getting better now.
:)

Setelah lama tidak merasakan sakit yang bisa bikin bedrest (gabut parah.red), banyaknya waktu yang tersedia untuk bergoleran sampe bosen di kasur sedikit banyak membuat gue merenung.

Sakit ini sepertinya memang dikirimkan Allah sebagai penjawab doa-doa gue selama ini.

"Ya Allah, saya pingin punya waktu istirahat yang cukup.
Ya Allah, saya pingin pulang dan istirahat di rumah agak lama.
Ya Allah, saya pingin ditemenin mama, dimasakin mama, diperhatiin sama mama.
Ya Allah, saya pingin diperhatiin papa.
Ya Allah, saya pingin partner saya nggak sibuk sebentar aja."

Dia memang super jenius,
doa sebanyak itu bisa dikabulkan dengan hanya satu aksi.

:)

Jumat, 07 Desember 2012

Partner in crime LOL

I skip my morning class today.
Need to do some assignments so I can go home freely. LOL.
So, yesterday I had a statistic class.
I'm not into number so I found that class is full of boredom.
This what I and Tata did during the class.





Kamis, 06 Desember 2012

:(

Berharap hanya dilakukan oleh yang berani.
Karena sesungguhnya bukan kenyataan yang sanggup melukai.
Melainkan ekspektasi.

Emotions

Since I'm not a photographer and Bella is one of my photographer friends.
*Mumpung Bella belum jadi tenar dan fotonya belum jadi mahal* 
I asked her to publish her pics in my blog.
Wish someday I can snap such a (not) blur pictureees~
Amen..

EMOTIONS 

Photographer : Bella Amanda Maharani / @bellamandam
Model(s) : Owl, Iren, Dece, Dara, Ruth.

Happiness

Sadness

Contempt

Disgust

Surprise

Rabu, 05 Desember 2012

It absolutely is

"Untuk menjadi seorang psikolog yang berbahagia nantinya,
modal utama yang dibutuhkan adalah kesenangan membantu orang lain.."

Kalimat di atas dikutip dari ucapan seorang dosen yang gue lupa namanya.
Sejak awal berkuliah di jurusan ini, gue menanggapi kalimat itu dengan 'biasa aja'.

Kenapa biasa aja?
Soalnya gue rasa itu nggak akan sulit dilakukan.
Apa sih sulitnya membantu? Apalagi untuk sekedar duduk dan mendengarkan.

Kenyataannya tidak sesederhana itu.
Membantu orang lain yang dimaksud ternyata adalah 'dalam berbagai situasi'.

Trust me, menyandang status sebagai 'mahasiswi psikologi' berarti harus siap dengan pertanyaan-pertanyaan seperti 'Eh, baca pikiran gue dong..'
atau 'Jadi gue punya masalah..'
dan 'Ngg, kalo situasinya kaya gini menurut lo gimana?'

Lucunya,
orang-orang terdekat biasanya ikut percaya dengan kemampuan mahasiswi yang baru semester 3 dan belum ada apa-apanya ini. *semoga gue ngga menyesatkan mereka*

Mulai dari Mama yang curhat soal Papa,
Papa yang curhat soal Mama,
Adek besar yang curhat soal pacarnya,
Pacarnya adek besar yang curhat soal adek besar,
Adek kecil yang curhat soal bullying dan pola pembelajaran di sekolahnya,
sampai partner yang curhat soal kecemasan atau situasi stressful yang sedang dihadapinya.

Lelah? Memang.
Tapi kalau ditanya apakah hal ini membahagiakan untuk gue.
It absolutely is.
:)
 

Template by Best Web Hosting