Rabu, 28 November 2012

(not) being part of the crowd

Ekstrovert ini bosan sendirian.
Tanpa teman bicara.
Namun untuk tertawa, suasana hatinya terlampau buruk.

Duduk di kafe.
Ditemani sepiring pasta dan limun dingin.
Berada di tengah banyak orang tak dikenal,

Tak peduli apa isi obrolan mereka,
yang penting suasana tak lagi sunyi.

Tak ambil pusing alasan mereka terpingkal,
setidaknya ada yang bahagia.

Ekstrovert ini merasa aman meskipun sendirian.

"I love crowd
but sometimes I just don't wanna be the part of it."
:)

Selasa, 27 November 2012

Complete

Selama kita hidup, kita akan terus mencari bagian-bagian  untuk merasa lengkap.
Bagian-bagian ini bisa jadi sedikit atau banyak, bentuknya bisa 'apa' atau bahkan 'siapa'.

Mungkin kita akan menemukan 'apa' atau bertemu dengan 'siapa' yang nggak tepat pada awalnya.
Tapi menurut gue, nggak ada momen yang sia sia.

Menemukan sesuatu atau seseorang yang tidak tepat pasti akan membuat kita satu langkah lebih dekat kepada pertemuan pada suatu atau seorang yang benar.
Ya kan?


Minggu, 25 November 2012

A LOT!!!

Gue dan dia adalah orang yang berbeda dalam banyak hal.
And I mean a lot is really A LOT!!

Dia itu tipe orang yang bangun (sangat) pagi-beraktifitas-jarang tidur larut malam
Sedangkan gue adalah tipe perempuan nokturnal yang mencari mangsa dapet ide dan tenaga lebih di malam hari buat do everything I want. LOL

Dampaknya?
Di saat gue masih segar bugar dia udah bilang, "Aku ngantuk. Bentar lagi mau tidur deh kayaknya.."
Dan di saat gue baru tidur beberapa jam dia udah tlp, "Selamat pagiii, aku lagi jalan pagi. Kamu lagi apa?"
#Pfffft..

Gue tipe mahasiswi yang cepet bosen di kelas
makanya sering online atau twitteran di tengah-tengah kuliah.
Sedangkan dia adalah tipe manusia yang kalo kuliah ngga bisa diganggu.

Jadi pas dia tau gue online atau sekedar bales chat dia di tengah perkuliahan biasanya responnya akan, "Kan lagi kuliah? Kaya ngga ada waktu lain aja sih?" atau "Kalo masih di kelas, jangan chat aku dulu ya.."
#Jleb..

Gue sangat ekspresif, mudah mengungkapkan apapun yang gue rasain.
Gue dengan mudah bilang 'sayang' atau 'kangen' atau apapun yang gue mau secara spontan.

Tapi buat dia,
'kangen' itu ngga terjadi sering sering
dan untuk bilang 'sayang' butuh bukti.
Instead of saying, he chooses to prove and act.
#Okay..

But so far,
dia partner yang sangat mendukung gue in many ways.
Mungkin karena dia juga punya banyak mimpi buat diraih (akhirnya kita punya kesamaan, yeayyy),
dia nggak pernah menyusahkan dan mendominasi waktu yang gue punya (karena dia juga sibuk.red).

Secara personality, dia partner yang mau berkembang.
Kita dengan mudah saling memberi feedback with no hurt feelings.
Dia (yang kadang jadi bahan percobaan gue buat beberapa teori) juga mau menyesuaikan diri untuk bersikap asertif. 
#LOL

Dan untuk menjalin hubungan dengan partner sepertinya,
gue bersedia lebih banyak belajar dan mengembangkan diri.

A good relationship isn't one which is made by two good people.
A good relationship is one which makes people involved better than they were before.

Thanks for coming into my life, you.. :)

HB Arreza Pramudia

Setelah berjuang sekitar delapan kali buat bikin post ini akhirnya bisa juga upload semua foto-fotonya.
*sujud syukur atas kewarasan internet speed*

Okay, jadi kemarin pagi gue diajak Winny untuk menjadi tim hore sekaligus divisi dokumentasi acara kejutan ulang tahunnya Arreza (pacarnya Winny) yang ke-19.

Fyi I don't really like surprise but I love making surprise(s) :p

Karena gue ngga mungkin sendirian liat mereka pacaran, maka gue mengajak Tata biar dia mupeng (muka pengen.red) juga.
*evil's laugh*

Setelah memasuki kosan Arreza dengan didahului dengan diomelin-plus-diceramahin ibu kos-nya karena kita cewek bertiga dan Arreza adalah cowok (padahal kita juga ngga ada niat masuk ke kamarnya sama sekali). Kita akhirnya dibolehin ke ruang tengah kosannya Arreza.
*seriously gue ga bakal mau lagi ke kosan Arreza dan ketemu si-ibu-itu*

Ini adalah usaha pasang lilin karena whipped cream nya beku 

Usaha ngumpet kita failed -.-

Heyyy you twooo <3

Kadonya kemeja batik loh..

Makan kuenya makan kuenya makan kuenya sekarang juga~

Nom nom nom nom
Gue dan Tata akhirnya sibuk foto-foto sendiri

They look happy together, ya kaaaan?

Kalo ini sih, they look crazy together -.- hahahaha
Bagi-bagi kue ke kosan anak-anak yg deket kosan Arreza :3
Selamat ulang tahun Arreza,
have a blast year ahead yaaaa...
Semoga ibu kosannya engga galak kaya macan lagi.. :')

Sabtu, 24 November 2012

Alhamdulillah, I made it :)

I made it!!
Setelah mengalahkan bagian dari diri sendiri yang sering bilang,
"LO PASTI GAGAL.."

Inget tulisan gue yang ini nggak?
Tulisan itu memang sengaja dibuat untuk mengikuti lomba blog dengan tema, "Melawan Korupsi, Siapa Takut?" yang diselenggarakan oleh TII (Transparency International Indonesia)

Dewan juri yang terlibat dalam proses penilaian lomba ini adalah Muhammad Ilham  (Transparency International Indonesia, TII), Ari Nugrogo (MSI SIAP I), Enda Nasution (enda.goblogmedia.com), Blontank Poer (www.blontankpoer.com), dan Totot Indrarto (www.pakde.com)

Daaaaaaaaaaaan, jeng jeng jeeeeeeeeeeeeeng..

 Pengumumannya bisa dilihat disini
:)
And for you..
Yes!! You who read my post.
Thanks for the prayers, thanks for reading and encouraging me to keep writing.
Love you loads..
XOXOXOXOXO

Kamis, 22 November 2012

OST Biarkan Bintang Menari


Since I love musical drama so much, listening to this song always reminds me the movie.
AND THE MOVIE WAS AWESOME!!!
:')

"..Kau inginkan ku menjadi dewasa
Karna dunia takkan menunggu
Hati yang bermimpi
Tentang dongeng klasik
Seorang putri dan cintanya.."

Potong kuku

Kita. Terjebak selama lebih dari dua jam karena hujan lebat.
Kamu duduk di depanku dengan tangan di atas meja.
Aku memicingkan mata, menyadari adanya perubahan.

"Kamu udah potong kuku ya? Sejak terakhir kita ketemu?"

Mendengar pertanyaanku, kamu langsung menarik tanganmu. Mengamatinya sendiri.
"Kamu merhatiin?" tanyamu dengan nada tak menyangka.

Aku mengangguk cepat.
Bukan, kuku-kukumu sama sekali tidak kotor.
Aku hanya menyadari bahwa mereka sedikit memendek, itu saja.

Masih menatapku yang sedang menyeruput es sirup,
kamu meneruskan keherananmu, "Hal sekecil itu?"

"Iya. Hal sekecil itu." jawabku bangga.

Bukannya memuji atau sekedar memberikan aku apresiasi,
kamu malah terus bertanya, "Kenapa?"

"Aku mau kamu tau, aku nggak akan merhatiin apakah cowok lain udah potong kuku atau belum. Aku mau kamu tau, even untuk hal hal kecil yang menurutmu remeh aku tetap akan memberikan perhatianku."

Untuk kalimat sepanjang itu di depanmu.
Jantungku memompa tak menentu, aku berusaha mengatur nafas agar tetap teratur, dan mengenai kupu-kupu dalam perutku....
Kamu tau mereka tak pernah berhenti mengepakkan sayapnya.. :)

Paradoks

Mama bilang, "Mencintai itu nduk, menyadari adanya kemungkinan untuk kehilangan tapi tetap yakin bahwa bukan dia yang memutuskan untuk meninggalkanmu.."

Kemarin seorang teman juga bilang, "Loving is giving someone chance to hurt you but believe that he will never do,"

Dan gue selalu merasa bodoh dalam memahami paradoks.

Durable Love Movie

I've just seen the movie and I love the unexpected ending.
:')

'Bahagia Selamanya' yang nyata


Mama bercerita padaku dengan suara yang selalu saja menenangkan hati, "Papa itu, dulu kalau janjian mau jemput mama pulang dari kampus..." sebelum melanjutkan, mama memastikan bahwa lelakinya mencuri dengar dengan mengencangkan volume suaranya.

Ah, selalu saja ada bintang yang kerlipnya tak bisa disembunyikan dari mata mama tiap kali membicarakan lelaki yang sampai sekarang masih menciumnya setiap pagi.

Cerita berlanjut, "...sejam sebelum waktu janjiannya udah ada di parkiran. Mama sebel deh, bikin orang nggak enak aja. Lagian mau jemput aja semangat banget sih,"

Mama kemudian melirik lelaki yang sedang bercermin mengancingkan kemejanya sambil cemberut penuh kepalsuan. Iya aku tau mama cemberut palsu, karena aku melihat senyum yang mengintip malu di sudut bibir mama.

Lelaki yang dibicarakan menoleh, mengangkat bahu. Kalau istilah jaman sekarang, sok keren, sok ganteng. "Anggep aja dulu aku pura-pura semangat jemput kamu, meskipun parkiran kampusmu panasnya bukan main, meskipun kamu dulu dekil nggak pernah dandan."

Mama tak mau kalah, segera dipotongnya ucapan papa dengan nada meyakinkan. "Lha, kalo bukan aku siapa lagi emangnya yang mau jadi gadismu? Coba sebut.."

"Itu juga jadi salah satu pertimbanganku memilihmu. Toh si gadis dekil yang kurus sekarang bisa jadi cantik dan..." papa melirik dengan kalimat yang tak selesai.

Mama tertawa, "Apa? gendut?" tebaknya tanpa tersinggung.

"Kamu yang bilang lho, bukan aku." papa menutup pembicaraan pagi dengan nada kemenangan. Kami bertiga tertawa.

Drama pagi itu diakhir dengan ciuman lembut yang mendarat di kedua pipi mama. Semacam ritual Sabtu pagi saat dua orang yang menurutku masa pacarannya tak pernah selesai itu terpaksa tidak berangkat kerja bersama karena jadwal libur yang berbeda.

Dan dibesarkan oleh mereka membuat gadis yang tak ingin cepat menjadi dewasa ini mempercayai bahwa 'bahagia selamanya' bukan hanya bagian dari dongeng pengantar tidur.

Rabu, 21 November 2012

How to treat a girl in period

I feel terrible today.
Fyi today is my first day of period :')
Stomachache, cram, feel so sick and emotional in the same time.
Rrrrroooaaarrrr~

Bicara soal period, gue jadi inget ada seorang teman cowok (yang juga mengambil jurusan psikologi di universitas berbeda) yang pernah menanyakan perihal 'how to treat a girl in her period'.

Sebagian cewek yang beruntung tidak mengalami masa 'keganasan' pada saat menstruasi.
Kenapa gue bilang beruntung?
Soalnya mereka ngga berubah jadi monster for a while dan menyemburkan api ke orang-orang sekitar *very imaginative*

Untuk cowok-cowok yang merasa memiliki kesulitan yang sama dalam menangani kakak-adik-teman-bahkan pacar yang sedang dalam masa ini, here are some tips by me:

1. Dia bukanlah dia yang 'sebenarnya'
Cewek yang sedang dalam masa nyebelin-ngomel-marah-suka ngambek pas lagi menstruasi itu kebanyakan perilakunya dipengaruhi oleh fluktuasi hormonal yang sedang terjadi di dalam tubuhnya.
Jadi kalo dia berubah jadi seratus kali lipat lebih menyebalkan,
trust me badai pasti berlalu.. ;)

2. She knows what to do, just be there for her and listen.
Ini menjadi persoalan yang cukup sering membuat pasangan cowok-cewek biasanya terlibat pertengkaran. Kalau mendengar masalah, cowok cenderung memberikan solusi.
Padahal ngga semua masalah yang diungkapkan cewek membutuhkan solusi.
Gue udah bisa bayangin kalian yang cowok mengerutkan kening sambil terheran-heran sama pernyataan ini, hehehe. Kadang cewek cuma ingin 'didengar' dan 'ditemani'.

3. Smiles, nods, and hugs (if necessary).
Sering takut salah ngomong?
Tenang, banyak cowok mengalami hal yang sama kok.
Untuk mengakalinya, siapkan stok senyum, anggukan, dan pelukan (bila perlu) sebanyak-banyaknya.
Tersenyum menunjukkan bahwa 'saya disini untuk mendengarkanmu'.
Mengangguk berarti 'saya mengerti'.
Pelukan (hanya jika diijinkan) *untuk kalangan tertentu, sentuhan fisik antar lawan jenis adalah hal yang tidak pantas dilakukan* adalah simbol dari 'saya ada di sampingmu untuk menguatkanmu'.

4. Say it, "You're pretty for me no matter what, dear.."
Kebanyakan temen cowok gue sering mengeluh, "Gue ngga ngerti lagi deh, gue sayang sama dia (pacarnya.red) apa adanya. Kenapa sih dia suka ribut sama hal hal kecil kaya berat badan, jerawat, atau kulit kering?"
Pada masa menstruasi hal ini mungkin akan lebih parah, sebagian cewek mengalami fase banyak-jerawat-sebelum-menstruasi dan fyi proses hormonal saat menstruasi juga membuat cewek merasa dirinya jauh-lebih-jelek-dari-sebelumnya.
Jadi, kalo dia yang lo sayangi mulai banyak mengeluh soal hal-hal di atas..
Guys, now you know the magic words ;)

Selasa, 20 November 2012

Shrek 4 (not a review)

Beberapa hari ini Jatinangor diguyur hujan dari sore sampe malem.
Berhubung badan sedang dalam kondisi yang tidak begitu baik jadi gue mengurung diri saja di dalam selimut sambil mengisi waktu.

Kegiatan yang gue pilih sore tadi adalah menonton (hoooraaaaay..) padahal tugas psikologi perkembangan belum disentuh, tugas untuk membaca buku psikologi kognitif juga belum masuk dalam to do list dalam kepala. Not a good girl? Emang.. LOL


SHREK 4

Iya, si mahluk hijau yang kadang agak bikin kita 'Ewwwwww' pas nonton filmnya ini sudah punya tiga bayi lucu hasil pernikahannya sama princess Fiona (kemana aja gue, itu film udah dua tahun lalu.. -.-)

Ada beberapa hal yang 'ngena' banget di gue pas nonton film ini.

1. Untuk hal yang lebih berharga, perubahan diri mungkin diperlukan.
Shrek in SHREK 4
Sama seperti saat kita ingin mencapai sesuatu, mungkin akan banyak hal yang yang harus kita ubah. Kebiasaan menunda, berkurangnya waktu istirahat, kadar lelah yang lebih tinggi dari hari-hari sebelumnya.
Awalnya kita fokus sama hal-hal baru yang 'berbeda' dan 'tidak menyenangkan' padahal hal-hal yang kita dapatkan sekarang setelah berubah jauh lebih baik dari apa yang kita korbankan untuk mendapatkannya. Remember, your efforts will never betray you.

2. Even to your best friends, trust is something you earned.
Donkey-Shrek-Puss
Kita berharap bahkan di saat dunia ngga percaya sama kita yang namanya sahabat harusnya percaya sama omongan kita.
Kalo selama ini kita mengira bahwa kepercayaan adalah satu bagian yang sudah merupakan paket dari sebuah hubungan (persahabatan atau percintaan), ngga sepenuhnya benar menurut gue.
Kepercayaan bukan pemberian cuma-cuma,
kita harus berusaha untuk mendapatkannya.
Jangan pernah menuntut kepercayaan kalo belum membuktikan bahwa kita memang pantas buat dipercaya *tampar diri sendiri*.

3. Painful past makes you stronger than before.
Princess Fiona
Pernah menyesali 'Kenapa sih kok dulu gue bla bla bla' atau mikir 'Kok dulu hidup gue sedih banget ya perasaan?'.
Iya gue juga kok.
Tapi pernah mikir juga ngga, 'Mungkin kalo dulu ngga kaya gitu, sekarang gue ngga bakal jadi sekuat ini..'
Jadi kalo sekarang merasa sangat capek dengan rutinitas atau merasa hidup sangat jahat dan kejam, jangan lupa kalo kita di masa depan akan jauh lebih kuat dari kita yang hari ini. Kuncinya? Survive!! *tampar diri sendiri (lagi)*

4. Sometimes, happy ending isn't as simply as true love kiss.
Ini salah satu part yang agak mengejutkan di filmnya menurut gue. Setelah banyak konflik bermunculan, gue juga berfikir semuanya akan berakhir dengan satu ciuman ajaib.
Kenyataannya, Shrek dipaksa untuk do his business by his own hand.
Even in fairy tale, true love kiss ngga bisa menyelesaikan semuanya secara instan. *sigh*
Jadi kalimat yang bisa gue ucapkan untuk diri gue sendiri dan siapapun yang membaca post ini, Brace yourself.. 

5. Ugly people can have their happily ever after too.
Yes!! This is my favorite part from Shrek.
It makes Shrek different among the other stories.
Well, I guess I don't have to explain this point huh?
Everyone, no matter how ugly or fool can have their happily ever after!!
Hip hip, hooraaaaay~

Senin, 19 November 2012

HB Ka Tariiiiiii~

Well, it's kinda a late post about my boarding house mate.
On November 14th, Ka Tari was birthday.
I, Ka Sani, Ka Yoga, Ka Nanto, Uti, and Fai made a lil surprise for her.

Here are the lovely pics :)
surprise-noise maker LOL

beyond sweet, huh? :">

and we I ate that sweet-full-of-calories cake at midnight :')

trust me this colourful thing is so damn yummy :9

Nom nom nom nom~
Happy belated birthday Ka Tari,
have a longlast relationship with Ka Yoga,
forever young and shining..
We love yaaa.. 

feel so ugly and pretty in the same time

Baju basah kuyup menerobos hujan yang tak kunjung habis.

Aku, dengan rambut yang sudah tak jelas bentuknya, sepasang sandal jepit, celana tidur, kaos seadanya, tanpa riasan wajah sedikitpun.

Kamu, dengan kaos berkerah, celana jeans, sepatu. Rapi dan wangi parfum yang merupakan kesukaanku.

"Liat deh aku, berantakan banget gini.. Rambut udah acak-acakan, pake sendal, sama celana tidur lagi.." aku melirik ke arahmu yang sama sekali tak merasa terganggu.

Kamu menoleh ke arahku, mengamati.
Aku tak mendengar adanya jawaban.
Namun kemudian senyummu melengkung sempurna.
Lalu kamu merangkulku hangat, erat.

Kamu membuatku merasa diterima tanpa harus berkata-kata.

And there you,
make me fall over and over again.
:)

Minggu, 18 November 2012

Dear a guy..

And here I am,
sitting in front of my monitor, with my face full of grin.
I'M SIMPLY HAPPY

For every fight we've been through,
there will be a tiny time we spend with thousand feelings going to explode.
Okay, I'm mumbling now.
XD

And for you ♥♥♥..
Thanks for every second you spent to stare and smile and assure me everything is gonna be fine. Thanks for every 'love' word you use to call and every 'I love you' statement in very unexpected moment.

For a whole rainy-day,
for sitting and waiting me to finish my meal,
for every touch and the way you caress my head.

Yes, I'm deeply in love with you..
Dear a guy with biggest heart and warmest hug ever.

Sorry for the unspeakable 'I love you too' sentence because I'm too speechless in every moment you stare.
But you know I do, right?
:)
♥♥♥♥♥♥♥

Rabu, 14 November 2012

Aku kelewat sensitif

Mungkin kamu benar akan beberapa hal.

Aku kelewat sensitif.
Untuk hal-hal kecil yang biasa, aku bisa terluka.

Aku hanya tak ingin kamu melupakan satu hal.

Aku kelewat sensitif.
Karenanya aku mengenali rasa yang mengikat kita ini bahkan sebelum kamu menyadarinya.


Selasa, 13 November 2012

Sick-time (?)

Pagi ini sebelah kepala sakitnya luar biasa setelah mimpi dikejar orang gila skizofrenia/delusional/halusional idk (yet) what's different between those word.

Dari dua mata kuliah cuma bisa ikut satu karena memang rasanya kaya ada paku di dalem tempurung kepala yang lompat-lompat minta keluar. :''''
Trust me, migraine is so damn fucking hurts.

Setelah naik ojek dari depan fakultas sampe depan kosan,
memutuskan buat tidur aja, gue baru inget kalo gue belum makan dan jadi tambah mual.
:'''''
Atta super bad day.

Trus minta Uti dibawain P*nadol sama Vit*zym buat mengurangi migrain dan mual.
Pas udah agak sore yang dateng malah Tata
(padahal setau gue Tata lagi super sangat sibuk banget ngurusin acara Training buat freshmen di kampus)

Tata: "Ul, nih vit*cimin-nya.." *ngasi plastik isi vitamin C*
Gue: "Lah, siapa yang minta vit*cimin?"
Tata: "Elu kan tadi? Katanya Uti?"
Gue: "Vi-t*-zym bukan vitacimin Taaaa..."
Tata: "Yah salah beli gue.."
Gue: *gatau mau bilang apa*
Tata: "Oke, gue ke apotek lagi deh ya beliin vit*zym.."
Gue: *diem*

Secepat itu, trus Tata pergi ke apotek yang jaraknya nggak deket.
Pas balik lagi udah bawa vit*zym dan ucapan semoga lekas sembuh.

Liat kan kan kan?
Kenapa gue bisa sayang pake banget sama mahluk-mahluk yang ada di samping gue selama setahun lebih ini?

:')

Minggu, 11 November 2012

Rokok dan lelaki paling menyebalkan

Kemarin pagi.

Dengan tangan kita yang terkulai di atas meja secara terpisah,
kamu bertanya..

"Trus kalo aku ngerokok, gimana?"

Aku diam.
Mencoba menyusun memori, aku tak pernah mencium tembakau sedikitpun saat ada di dekatmu. Kamu tak pernah membawa kotak rokok. 

"Aku nggak mau jadi pacar kamu lagi," jawabku sambil mencari kejujuran yang mungkin kamu sembunyikan. Ini topik serius.

Kamu lantas menggigit bibir, mengalihkan pandangan.
"Jadi, kita putus?" ada jeda yang kamu beri
"Kalo aku ngerokok?"

Tanpa bicara, aku mengangguk pasti.

"Kenapa?" lanjutmu.

Aku menghela nafas, "Aku nggak mau kamu mati setelah aku terlalu dalam jatuh cinta."

Iya, aku memang benci ditinggalkan.
Dan kamu, aku terlalu takut kehilanganmu.

Dengan keyakinan yang kutumbuhkan sendiri,
aku kemudian menggenggam telapakmu, sekuat yang aku bisa.
"Kamu, engga ngerokok kan?"

Kamu diam.
Lalu menggeleng sembari melengkungkan senyum.
"Nggak pernah." ujarmu dengan yakin sambil membalas genggamanku, sama kuatnya.

Kamu memang lelaki paling menyebalkan sedunia
dan aku suka. Sangat suka.

Jatinangor Youth Gathering

I joined an social event for youth in Jatinangor.
Since we learned Psychology, so we made kind of seminar for them
And yes they were excited, :)
*These picture are taken by Bella Amanda Maharani

Welcome guys :)

Idk why I closed my eyes, -___-"

asked by Tasya to greet with the super awesome participants

silly as always -.-

Being a volunteer for ice breaking time

*singing*

Gossiping with others during the event :3

Another gossiping timeeee

Yeah, still gossiping~

crazy pic with kak Icha and kak Pute

The evaluation as hot as hell. :'''

tired physically and mentally *sigh*
But the event was fun and awesome, I've had some new friends..
And one of the participant said that I was am pretty.. :3
*kind of nggak penting gitu ya last sentence nya, yaudahlah ya..*

Sabtu, 10 November 2012

Pagi di Bandung

Post ini ditulis dengan verbatim memory yang sangat terbatas, mungkin beberapa pesannya sudah terabstraksi sehingga tidak sama dengan kalimat aslinya.

Hari masih pagi.
Sebuah resto cepat saji di Simpang, Bandung.

Duduk di depanmu yang bercerita soal temanmu, mengatur nafasku, dan menikmati degup jantung yang hendak melompat dari tempatnya.

Kamu: "Gimana menurut kamu?"
Aku: "Ya harusnya kamu bilang kalau emang kamu peduli sama temenmu. Kamu nyesel ngga sempet jalan bareng dia pas dia mau pindah."
Kamu: "Bakal awkward ngga sih?"
Aku: "Belum dicoba, kan?"
Kamu: "Iyasih, tapi kan..."

Sebelum kamu meneruskan, aku dengan sengaja memotong.

Aku: "Kesempatan itu punya batas waktu, bisa expired. Karena itu harus digunakan pas masih berlaku. Apa yang mau kamu bilang, just say it. Mumpung masih bisa ketemu orangnya, mumpung orangnya masih ada.."

Kamu lantas mengangguk, menunjukkan bahwa kamu mengerti apa yang baru saja aku sampaikan.

Kamu: "Karena kesempatan bisa expired dan aku harus bilang apa yang mau aku bilang. Aku sayang kamu, sayang."

Seperti ada sejuta kupu-kupu yang mengepakkan sayap di dalam perutku.
Aku mengalihkan pandang, takut kamu melihat senyum malu yang setengah mati aku ingin sembunyikan.

Aku sayang kamu juga, sayang..

Kamis, 08 November 2012

"Semoga lulus ujian kak,"

Sekumpulan manusia kecil, dengan suara renyah, dan gerak kaki yang tak bisa diam meski hanya sebentar.

Gue dan Uti yang hari ini nggak bisa mengajar penuh karena ada tugas kelompok yang harus diselesaikan bicara di depan kelas.

"Hari ini kakak nggak bisa ngajar lama ya, soalnya ada ujian di kampus."

Gue kira mereka nggak peduli sama sekali.
Gue kira teori di buku psikologi perkembangan bahwa anak-anak belum mengerti betul soal empati bisa diterapkan.

Setengah jam sebelum jam pulang.
"Sampai disini saja ya pelajarannya, sampai jumpa minggu depan. See you later,"

Beberapa manusia kecil, berebut menyalami tangan gue dengan tawa yang mampu menghilangkan penat.

"Kakak, aku doain ujiannya lulus ya.."

"Kakak, semoga ujiannya bisa."

"Kakak minggu depan ngajar lagi kan? Semoga lulus ujian kak,"

Semesta,
untuk semua kejutan, kebahagiaan,
dan hal hal yang kau simpan untuk kau tunjukkan pada waktunya..
Lagi lagi aku terkesima.

Senin, 05 November 2012

Berkirim senyum

:)

Karena jarak yang tak begitu jauh ini sering gagal kita tebas.
Karena waktu sering merebutmu dariku tanpa memberi sedikitpun kesempatan bertemu.
Karena tak mudah bagi kita untuk saling hadir secara nyata.

Aku sudah merasa cukup dengan sepotong senyum yang sering kamu kirimkan.

Karena aku tau,
dimanapun kamu berada,
apapun yang kamu lakukan,
kamu sedang bahagia sama besarnya denganku.

Sabtu, 03 November 2012

Happy Bday Big Brother

I wish you a very blessed life..
I miss you so much..
:)

Biar semesta yang membayar sisanya :)

This is a confession.
Iya gue tau kok there are a lot of confessions in my blog.
But you're free to go just like you're free to stay and read, ;)

I'm an over sensitive person.
I can easily cry for something even a tiny thing hurts me.
I can read people's expression and feeling guilty for their upset or madness.
I called it sensitive, some of my friends called it stupid.
But this is what I really am.

Gue bisa dengan cepat nanya, "Lo kenapa hari ini? Kok kayaknya sedih? Kok lesu? Kok keliatan bingung?"
Beberapa akan jawab,
"Engga kok, tapi makasih ya udah diperhatiin." 
atau
"Iya nih, gue lagi bla bla bla.."

Tapi beberapa hari lalu gue mendapat respon yang berbeda,
"Gue biasa aja kok, sensitif banget sih lo." 
ditambah dengan tawa yang menurut gue sangat menyinggung.

Gue cuma menjawab sambil senyum, "Gue kan cuma peduli sama lo."
Pernyataan yang agak membuat diri sendiri menyesal juga sih.
*inhale exhale*

Iya, gue selalu menganggap kadar sensitif berlebih ini sebagai anugrah (meskipun sering bikin makan ati sendiri pffft).
Dengan kelebihan ini gue merasa punya modal lebih baik buat berfikir sebelum bertindak.
Gue bisa mikirin, kalo gue melakukan ini apa ya yang bakal dia rasain.

Meskipun kadang gue iri sama kelebihan orang lain yang bisa melakukan sesuatu tanpa menjadikan perasaan orang lain sebagai pertimbangan utama,
gue udah menerima keadaan yang diberikan semesta ke gue kok.

Dan gue bersyukur atas kebaikan dan kebahagiaan gue maupun orang lain
yang tercipta karena kelebihan (atau kekurangan?) gue ini.

Untuk semua hal menyebalkan yang muncul karena, I just simply care ke orang lain..
Biar semesta yang membayar sisanya.

Kamis, 01 November 2012

Happy November

And heeeey, it's November..
*telat setengah jam gapapa lah ya*

Uts akan segera berakhir,
kepanitiaan gue di satu acara juga akan berakhir.

Semua beban rasanya akan selesai di bulan ini.

Dan *ehem* bulan ini gue udah ngga sendiri lagi.
*pamer dikit*

Hell-O November,
please be nice.
:)

Untuk mencintai butuh rindu

Mamanya Uti tadi pagi sms gue,
"Nak, sudah bangun? Tlg bangunkan Uti ya. Tq."

Iya, gue emang selalu kangen Mama (Mama gue, bukan mamanya Uti -.-).
Meskipun banyak pencapaian yang gue rencanakan sangat berbau persaingan dengan pencapaian hidup Mama, still we miss each other.. :3

Membaca sms dari Mamanya Uti sedikit banyak membuat gue iri.
*ini memang terdengar kekanakan*

Mama (gue) punya segudang kesibukan.
Bisa dua puluh hari dalam sebulan ada di luar kota, pulau, atau malah luar negeri.
Dalam seminggu bisa tiga kali melakukan perjalanan via udara.
Iya, aktualisasi diri memang sudah jadi kebutuhan Mama.

Salah, gue bukannya cemburu sama pekerjaan Mama.
I'm proud of her. Very proud. Very very proud.

Mungkin dengan jarangnya intensitas kita untuk saling mendengarkan suara (secara harfiah) satu sama lain, gue akan lebih bersyukur untuk tiap kesempatan yang diberikan semesta mendengar suara Mama.

Mungkin karena terbiasa dilimpahi tanggung jawab oleh Mama, gue lebih mampu mengatur semuanya sendiri.

Mungkin karena pencapaian hidup Mama makin bertambah sejalan dengan usianya, gue lebih terpacu untuk melakukan banyak hal dalam hidup gue.

dan mungkin,
untuk mencintai dibutuhkan kerinduan.
 

Template by Best Web Hosting