Minggu, 16 Desember 2012

Kucing dan adil

Di kosan tempat sekarang gue tinggal, banyak banget kucing.
Hampir semua penghuni kosannya memang sangat suka kucing sih,
jadi memang kucing-kucing yang ada dipelihara dengan baik.

Setiap selesai makan,
makanan sisa yang berupa tulang ikan atau ayam biasanya diberikan ke mereka
(trust me, they eat everything).

Ada fenomena menarik yang gue amati tiap kali Uti ngasi makan kucing-kucing itu.
Berbeda dengan gue yang selalu membagi makanan sisa dengan potongan yang kecil-kecil (tujuannya biar semua kucingnya kebagian), Uti nggak pernah melakukan hal yang sama.

Selesai makan, Uti cuma memberikan makanan sisa ke mereka.
Udah.
Jadilah kucing-kucing itu rebutan,
ada yang dapet potongan besar, ada yang kecil,
bahkan ada yang nggak dapet sama sekali.

Suatu hari, pas ngeliat gue lagi motong-motong tulang ikan.
Uti memberikan kalimat singkat yang 'ngena' menurut gue.

"Adil itu bukan berarti sama, biarkan aja kucing-kucing itu mendapatkan hasil berdasarkan usahanya sendiri. Kau jadi nggak perlu repot membagi tulang ikannya, mereka jadi belajar berusaha kalau mau dapat bagian yang lebih besar." -Uti

Yeah,
wise best friend is wise.
 

Template by Best Web Hosting