Selasa, 18 Desember 2012

Kejutan dari si pemilik senyum bintang

Sebuah panggilan tadi pagi.

"Kamu dimana? Aku lagi di jalan mau ke Nangor nih,"

Aku tertawa saja, kamu memang sering melucu.

"Serius. Aku ke kampus kamu ya?"

Sekarang aku percaya kamu serius.
Tapi beberapa menit lagi kelasku dimulai,
oleh pengajar yang tak bisa kusepelekan tingkat disiplinnya.

"Sebentar aja. Beneran cuma sebentar."

...

Aku.
Setengah berlari menyusuri tangga gedung kuliahku.
Menuju tempatmu.

Kamu.
Berdiri dengan senyum bintang yang menjadi favoritku.

"Katanya kelasnya udah mulai?" tanyamu yang membuat aku memasang wajah cemberut, sejelas yang aku bisa.

Aku menghentakkan kaki. Kesal. "Kamu ngapain sih? Aku kan lagi kuliah. Kan bisa bilang-bilang dulu, kalo kamu..."

"Aku punya sesuatu buat kamu." ujarmu sebelum aku selesai bicara.

Setangkai mawar.
Membuat lidahku kelu sebentar.
Memunculkan sensasi aneh di perutku.

"Cepet sembuh ya."
tepukan-tepukan ringan di bahuku mengiringi kalimatmu.

Kamu lantas pergi.
Bahkan sebelum aku sempat berterima kasih.

Terima kasih,
untukmu lelaki paling tidak romantis sedunia.
:)

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting