Rabu, 05 Desember 2012

It absolutely is

"Untuk menjadi seorang psikolog yang berbahagia nantinya,
modal utama yang dibutuhkan adalah kesenangan membantu orang lain.."

Kalimat di atas dikutip dari ucapan seorang dosen yang gue lupa namanya.
Sejak awal berkuliah di jurusan ini, gue menanggapi kalimat itu dengan 'biasa aja'.

Kenapa biasa aja?
Soalnya gue rasa itu nggak akan sulit dilakukan.
Apa sih sulitnya membantu? Apalagi untuk sekedar duduk dan mendengarkan.

Kenyataannya tidak sesederhana itu.
Membantu orang lain yang dimaksud ternyata adalah 'dalam berbagai situasi'.

Trust me, menyandang status sebagai 'mahasiswi psikologi' berarti harus siap dengan pertanyaan-pertanyaan seperti 'Eh, baca pikiran gue dong..'
atau 'Jadi gue punya masalah..'
dan 'Ngg, kalo situasinya kaya gini menurut lo gimana?'

Lucunya,
orang-orang terdekat biasanya ikut percaya dengan kemampuan mahasiswi yang baru semester 3 dan belum ada apa-apanya ini. *semoga gue ngga menyesatkan mereka*

Mulai dari Mama yang curhat soal Papa,
Papa yang curhat soal Mama,
Adek besar yang curhat soal pacarnya,
Pacarnya adek besar yang curhat soal adek besar,
Adek kecil yang curhat soal bullying dan pola pembelajaran di sekolahnya,
sampai partner yang curhat soal kecemasan atau situasi stressful yang sedang dihadapinya.

Lelah? Memang.
Tapi kalau ditanya apakah hal ini membahagiakan untuk gue.
It absolutely is.
:)

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting