Minggu, 16 Desember 2012

Bukan dongeng

Seorang perempuan.
Bukan putri kerajaan. Sama sekali tidak cantik. Jauh dari tampilan kurus.
Suka bicara. Tukang makan. Manja tak terkira. Mudah menangis.

Seorang laki-laki.
Bukan pangeran. Tidak tampan. Jauh dari berotot.
Pendengar. Pembelajar. Pragmatis. Tidak ekspresif.

Dipertemukan oleh takdir.
Saling berkata cinta.

Kemudian direngkuh oleh kesamaan-kesamaan yang dapat dihitung dengan jari.
Namun dikuatkan oleh perbedaan yang tak terkata banyaknya.

Dalam banyak hal,
mereka saling melengkapi dan menjadi 'yang pertama' untuk satu sama lain.

Ini bukan dongeng.
Karenanya aku tak bisa menuliskan akhir bahagia selamanya.

Si perempuan hanya berjanji.
Selama lelakinya berusaha, dia akan bertahan entah sampai kapan.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting