Kamis, 01 November 2012

Untuk mencintai butuh rindu

Mamanya Uti tadi pagi sms gue,
"Nak, sudah bangun? Tlg bangunkan Uti ya. Tq."

Iya, gue emang selalu kangen Mama (Mama gue, bukan mamanya Uti -.-).
Meskipun banyak pencapaian yang gue rencanakan sangat berbau persaingan dengan pencapaian hidup Mama, still we miss each other.. :3

Membaca sms dari Mamanya Uti sedikit banyak membuat gue iri.
*ini memang terdengar kekanakan*

Mama (gue) punya segudang kesibukan.
Bisa dua puluh hari dalam sebulan ada di luar kota, pulau, atau malah luar negeri.
Dalam seminggu bisa tiga kali melakukan perjalanan via udara.
Iya, aktualisasi diri memang sudah jadi kebutuhan Mama.

Salah, gue bukannya cemburu sama pekerjaan Mama.
I'm proud of her. Very proud. Very very proud.

Mungkin dengan jarangnya intensitas kita untuk saling mendengarkan suara (secara harfiah) satu sama lain, gue akan lebih bersyukur untuk tiap kesempatan yang diberikan semesta mendengar suara Mama.

Mungkin karena terbiasa dilimpahi tanggung jawab oleh Mama, gue lebih mampu mengatur semuanya sendiri.

Mungkin karena pencapaian hidup Mama makin bertambah sejalan dengan usianya, gue lebih terpacu untuk melakukan banyak hal dalam hidup gue.

dan mungkin,
untuk mencintai dibutuhkan kerinduan.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting