Minggu, 11 November 2012

Rokok dan lelaki paling menyebalkan

Kemarin pagi.

Dengan tangan kita yang terkulai di atas meja secara terpisah,
kamu bertanya..

"Trus kalo aku ngerokok, gimana?"

Aku diam.
Mencoba menyusun memori, aku tak pernah mencium tembakau sedikitpun saat ada di dekatmu. Kamu tak pernah membawa kotak rokok. 

"Aku nggak mau jadi pacar kamu lagi," jawabku sambil mencari kejujuran yang mungkin kamu sembunyikan. Ini topik serius.

Kamu lantas menggigit bibir, mengalihkan pandangan.
"Jadi, kita putus?" ada jeda yang kamu beri
"Kalo aku ngerokok?"

Tanpa bicara, aku mengangguk pasti.

"Kenapa?" lanjutmu.

Aku menghela nafas, "Aku nggak mau kamu mati setelah aku terlalu dalam jatuh cinta."

Iya, aku memang benci ditinggalkan.
Dan kamu, aku terlalu takut kehilanganmu.

Dengan keyakinan yang kutumbuhkan sendiri,
aku kemudian menggenggam telapakmu, sekuat yang aku bisa.
"Kamu, engga ngerokok kan?"

Kamu diam.
Lalu menggeleng sembari melengkungkan senyum.
"Nggak pernah." ujarmu dengan yakin sambil membalas genggamanku, sama kuatnya.

Kamu memang lelaki paling menyebalkan sedunia
dan aku suka. Sangat suka.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting