Sabtu, 10 November 2012

Pagi di Bandung

Post ini ditulis dengan verbatim memory yang sangat terbatas, mungkin beberapa pesannya sudah terabstraksi sehingga tidak sama dengan kalimat aslinya.

Hari masih pagi.
Sebuah resto cepat saji di Simpang, Bandung.

Duduk di depanmu yang bercerita soal temanmu, mengatur nafasku, dan menikmati degup jantung yang hendak melompat dari tempatnya.

Kamu: "Gimana menurut kamu?"
Aku: "Ya harusnya kamu bilang kalau emang kamu peduli sama temenmu. Kamu nyesel ngga sempet jalan bareng dia pas dia mau pindah."
Kamu: "Bakal awkward ngga sih?"
Aku: "Belum dicoba, kan?"
Kamu: "Iyasih, tapi kan..."

Sebelum kamu meneruskan, aku dengan sengaja memotong.

Aku: "Kesempatan itu punya batas waktu, bisa expired. Karena itu harus digunakan pas masih berlaku. Apa yang mau kamu bilang, just say it. Mumpung masih bisa ketemu orangnya, mumpung orangnya masih ada.."

Kamu lantas mengangguk, menunjukkan bahwa kamu mengerti apa yang baru saja aku sampaikan.

Kamu: "Karena kesempatan bisa expired dan aku harus bilang apa yang mau aku bilang. Aku sayang kamu, sayang."

Seperti ada sejuta kupu-kupu yang mengepakkan sayap di dalam perutku.
Aku mengalihkan pandang, takut kamu melihat senyum malu yang setengah mati aku ingin sembunyikan.

Aku sayang kamu juga, sayang..

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting