Sabtu, 03 November 2012

Biar semesta yang membayar sisanya :)

This is a confession.
Iya gue tau kok there are a lot of confessions in my blog.
But you're free to go just like you're free to stay and read, ;)

I'm an over sensitive person.
I can easily cry for something even a tiny thing hurts me.
I can read people's expression and feeling guilty for their upset or madness.
I called it sensitive, some of my friends called it stupid.
But this is what I really am.

Gue bisa dengan cepat nanya, "Lo kenapa hari ini? Kok kayaknya sedih? Kok lesu? Kok keliatan bingung?"
Beberapa akan jawab,
"Engga kok, tapi makasih ya udah diperhatiin." 
atau
"Iya nih, gue lagi bla bla bla.."

Tapi beberapa hari lalu gue mendapat respon yang berbeda,
"Gue biasa aja kok, sensitif banget sih lo." 
ditambah dengan tawa yang menurut gue sangat menyinggung.

Gue cuma menjawab sambil senyum, "Gue kan cuma peduli sama lo."
Pernyataan yang agak membuat diri sendiri menyesal juga sih.
*inhale exhale*

Iya, gue selalu menganggap kadar sensitif berlebih ini sebagai anugrah (meskipun sering bikin makan ati sendiri pffft).
Dengan kelebihan ini gue merasa punya modal lebih baik buat berfikir sebelum bertindak.
Gue bisa mikirin, kalo gue melakukan ini apa ya yang bakal dia rasain.

Meskipun kadang gue iri sama kelebihan orang lain yang bisa melakukan sesuatu tanpa menjadikan perasaan orang lain sebagai pertimbangan utama,
gue udah menerima keadaan yang diberikan semesta ke gue kok.

Dan gue bersyukur atas kebaikan dan kebahagiaan gue maupun orang lain
yang tercipta karena kelebihan (atau kekurangan?) gue ini.

Untuk semua hal menyebalkan yang muncul karena, I just simply care ke orang lain..
Biar semesta yang membayar sisanya.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting