Selasa, 09 Oktober 2012

K.O.R.U.P.S.I

Jiwa-jiwa mungil, tangan-tangan yang menggapai cita-cita.
Saya begitu menyukai anak-anak, ungkapan mereka begitu jujur, bahasa tubuhnya tulus.
Itu juga yang menjadi alasan saya untuk banyak bergabung dalam kepanitiaan tentang program pengabdian masyarakat yang mengikutsertakan anak-anak.

Sebuah seminar orangtua dan fun-learning anak-anak yang materinya dibawakan oleh seorang lulusan sarjana psikologi,
saya berkesempatan menyusun acaranya.
Materi yang akan disampaikan ke anak usia 7 sampai 8 tahun yang menjadi sasaran acara kami sederhana, cita-cita.
Slide mulai ditayangkan,
anak-anak masih bersemangat dan antusias.

"Ini gambar apa?" tanya si pemateri sambil menampilkan sebuah slide.
"PEMAIN BOLAAAA.."
"Apa yang dilakukan pemain bola?"
"MAIN BOLAAAAA.."

Saya dan panitia lain diliputi senang sekaligus haru melihat antusiasme anak-anak.

"Ini gambar apa?"
"POLISIIIIII.."
"Apa yang dilakukan polisi?"
"MENILAAAAAAAAANG.."

Suasana hening beberapa saat, lalu kami yang panitia tertawa.

Anak-anak menunjukkan raut wajah bingung.

"Ini gambar apa?"
"PRESIDEEEEN.."
"Apa yang dilakukan presiden?"
"NAIKIN HARGA BARANG.."

Saya diam.
Inikah yang mereka tau tentang tugas seorang kepala negara?
Orang nomor satu di negara ini?


"Ini gambar apa?" sekarang pemateri menunjukkan gambar banyak orang berdasi yang sedang duduk di dalam gedung DPR.
"KORUPTOOOOR"
"Bukan adik-adik, ini adalah anggota dewan. Apa yang dilakukan anggota dewan?"
"KORUPSIIIIII.."

Saya sakit mendengarnya.
Jiwa-jiwa muda. Polos. Jujur.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting