Senin, 15 Oktober 2012

Fool in love

Hal yang gue sukai dari menjadi mahasiswi psikologi adalah anggapan orang-orang kalo gue bisa diminta jadi temen curhat dadakan.

Really, I love listening people.

Beberapa bulan belakangan gue mulai menyadari bahwa lumayan banyak manusia jatuh cinta yang menjadi objek observasi gue.

Seorang teman lama misalnya,
cowok dengan kadar maskulin 8 skala 10 yang tiba-tiba menjadi begitu melankolis saat sedang 'jatuh'.

Seorang teman,
seorang manusia pragmatis yang mengandalkan logika namun menjadi begitu peduli dengan penampilan dan sexual appeal saat jatuh cinta.

Seorang adik,
yang mati-matian mempertahankan hubungan yang baru sebentar seolah akan hidup berdua selamanya.

Lalu penulis post ini,
yang menjadi 'berbeda' dan tak mengenali sosoknya sendiri di dalam cermin.

"Kalau tidak berbeda, bukan cinta namanya.."-NN
:)

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting