Jumat, 05 Oktober 2012

Behave and Effort

Topik mata kuliah Psikologi Perkembangan di semester ini REMAJA.
Mulai dari proses berfikirnya, perkembangan moral, sampai cara remaja memahami dirinya sendiri.

**Sebelum lanjut membaca,
I need to tell you that this is kind of curhat-post..
Jadi kalo ngga siap sama panjang dan isinya, boleh klik tanda X merah di kanan atas. :)**

Honestly, belajar mengenai topik remaja ini agak membuat gue bete.
Soalnya banyak hal yang sering dikaitkan temen-temen gue sama gue.

FYI, gue udah 19 tahun means gue bukan lagi remaja.
Tapi emang gue sering dibilang punya mental age sekelas remaja
karena banyak ciri-ciri remaja yang masi keliatan di diri gue..
-______________________________-"

Misalnya, remaja itu ngerasa kalo dia punya imaginary audience yang membuat dia sangat merasa diperhatikan oleh lingkungan. Jadi remaja akan memperhatikan segala hal mulai dari penampilan sampe perilakunya.

Pas denger hal ini ada seorang temen yang nyeletuk,
"Iya tuh, kaya elu banget Ul apa apa pasti ribet. Kaya ada yang merhatiin aja.."

Selanjutnya adalanya True-self dan False-self.
Jadi menurut literatur, remaja cenderung takut menampilkan dirinya yang sebenarnya (True-self) di situasi tertentu karena takut lingkungan nggak bisa menerima dia apa adanya.

Maka dari itu remaja cenderung menunjukkan dirinya yang ideal (False-self) agar dapat diterima oleh lingkungan.

Hal ini juga mengundang komentar seorang teman,
"Iya kayak lo kan kalo pas ketemu cowok yang lo suka? Jadi kaya bukan lo yang asli?"

Well, I know they didn't mean to hurt..
But I have my own way to explain those behaviors.
I pay attention to may appearance and behavior, it called behave.
I try to look good for whom I love, it called effort.

If trying to be good called fake,
then being such an asshole called honest?

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting