Selasa, 23 Oktober 2012

a requested post :3


Ini untukmu.
Sebuah jiwa yang selalu bermimpi dapat menginjakkan kaki di atas permukaan bulan.

Sampai sekarang aku masih menerka, entah kesamaan apa yang kita punya.

Untukku, bulan adalah dewi bagi bangsa Yunani.  Ia adalah dewi yang melakukan sebuah perjalanan di malam hari, ia dipercaya menyebarkan hasrat kepada para pasangan kekasih yang ada di bumi.

Mendengar ceritaku, kamu tertawa.
Bagimu,
Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari.
Selanjutnya kamu menyebutkan angka-angka yang tak ingin kutau artinya,
jarak, volume, periode orbit, massa jenis.

Usainya bertutur soal hal-hal yang tak kupahami kamu diam.
Membuat kita kembali diselimuti sunyi.

Aku sering bicara soal momen-momen yang aku ingin rasakan.
Tapi kamu malah mengartikannya sebagai momentum.
Momentum itu, katamu..
adalah perkalian dari massa dan kecepatan yang menghasilkan vektor.

Kamu lelaki paling tidak peka.
Kamu bisa tertidur begitu saja saat aku tengah berbicara.
Kamu memang menyebalkan.

Kamu tidak pandai menyusun kata.
Aku sering mengerutkan dahi membaca serangkaian kalimat yang kamu maknakan sebagai rayuan.

Entah bagaimana kita bisa tetap bercengkrama setiap hari.
Entah mengapa kamu bisa begitu saja muncul dan menetap dalam duniaku.
Entah apa rasa takutmu sama besar denganku mengenai kehilangan.
Ah, terlalu banyak pertanyaan yang aku ingin tanyakan pada semesta.

Namun kemudian,
dibandingkan dengan memikirkan apa jawabnya..
aku lebih memilih untuk disini, menjadi lawan bicaramu.

Selamat ulang tahun.
Semoga semesta kelak memberikan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang kamu ingin ajukan.
Semoga apapun mimpimu, semesta akan berkonspirasi untuk mewujudkannya.
Sekali lagi, selamat ulang tahun..

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting