Rabu, 19 September 2012

Trauma dan resiko memilih pasangan

Gue membaca sebuah artikel di Psychology Today yang menyatakan bahwa trauma yang belum terselesaikan bisa menarik perhatian 'hiu' di dunia kencan (kalo di artikel aslinya sih 'dating pool').
-__________-"
Anyway, artikel aslinya bisa dilihat disini

This is gonna be a long post, though.
But trust me it's gonna worth.

Ditulis di artikel ini, orang dengan trauma yang belum terselesaikan memiliki resiko dobel dalam pemilihan pasangan.
Pertama, trauma masa lalu bisa menarik perhatian orang-orang yang niatnya engga baik.
Kedua, kalau kita termasuk dalam orang yang aktif mencari pasangan kemungkinan buat ketemu dengan orang yang engga baik jauh lebih besar.

Ditulis juga disini kalau orang dengan trauma atau luka lama seringkali memberikan sinyal kepada para 'hiu' dalam dunia kencan. Sinyal disini kayaknya semacam bahasa tubuh yang menarik perhatian para 'hiu' dalam dunia kencan.

Buat yang bertanya-tanya kenapa penulis menganalogikan 'hiu' di artikel ini, soalnya penulis menemukan adanya pola perilaku 'hiu' dalam dunia 'kencan'. Perilaku hiu sebelum membunuh mangsanya adalah berenang berputar di sekitar sasarannya untuk mengenali kekuatan sasarannya, lalu menabraknya buat memastikan apakah sasarannya ini bisa dijadikan mangsa.

Nah, dengan cara yang sama seorang 'hiu' akan memperlakukan seorang yang mereka rasa dapat menjadi calon mangsa. Berikut adalah tes kecil yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah orang yang kita temui adalah seorang 'hiu'.

1. Orang yang menunjukkan rasa tidak hormat dengan membatalkan di saat-saat terakhir tanpa penjelasan yang masuk akal. Hiu sedang menguji apakah sasarannya memungkinkan dirinya untuk diperlakukan tidak hormat.

2. Orang yang mengajak orang lain yang baru ditemuinya internet untuk mengunjunginya saat weekend. Hiu sedang menguji apakah sasarannya tertarik pada kelanjutan hubungan yang baru saja dimulai. Hal ini juga menggambarkan rendah diri dan keputusasaan sasarannya.

3. Orang yang menekankan pada keintiman fisik (tidak harus sexual intercourse) di awal hubungan sebelum adanya periode panjang untuk membentuk kepercayaan dan rasa aman. Hiu sedang menguji kehormatan diri dan rasa putus asa sasarannya.

Melalui tes-tes tadi seorang 'hiu' mengumpulkan informasi mengenai calon mangsanya. 

Pernah ketemu orang yang sangat menarik lalu tiba-tiba hilang begitu aja, nggak?
Saya pernah.

Kalau lo pernah mengalami kejadian yang sama, kemungkinan seorang 'hiu' menilai bahwa lo tidak masuk dalam kriteria mangsa potensialnya. Bersyukurlah.. :)

Alasan lain kenapa kita lebih baik 'move on' dulu sebelum memulai hubungan yang baru adalah trauma yang ada di masa lalu akan membuat kita sulit mengenali 'hiu' ini karena mereka membuat kita merasa sangat nyaman.

Terakhir, kutipan yang gue suka dari artikel ini adalah:
"Hubungan kurang lebih sama dengan politik, kalau kita melupakan sejarah maka kita akan cenderung mengulanginya.."

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting