Minggu, 16 September 2012

Terimakasih dari dua manusia kecil

Waktu masi jadi tenaga pengajar di sebuah sekolah dasar di Jatinangor semester lalu,
(you can see the post here).
gue inget ada dua orang murid gue yang dikucilkan sama temen-temennya.

Yang pertama Cyntia karena perawakannya yang jauh lebih tinggi dari temen-temennya.
Yang kedua karena Indah perawakannya yang lebih pendek dari temen-temennya.

Mungkin karena mereka ngga ada temennya,
mereka berdua jadi duduk paling belakang,
ngga berani jawab pertanyaan,
ngga berani nanya,
ngga pernah ngobrol sama temen sekelasnya,
kerjanya diem aja sepanjang pelajaran.

Temen-temennya punya panggilan 'khusus' buat mereka berdua;
Jangkung, Ceking, Boncel, Bisu, Bego, Idiot.
Can you guys believe how kids can be so evil?
Yeah, neither do I.

Misi gue yang paling besar adalah membuat anak-anak ini nggak lagi berperilaku buruk ke Cyntia dan Indah. Caranya dua, menanamkan nilai ke temen-temen sekelasnya dan menumbuhkan percaya diri Cyntia dan Indah.

Melalui beberapa pertemuan,
dengan metode dongeng (I'm a quite good story-teller, though :p)
dan permainan 'Mana perilaku yang baik/buruk'
lambat tapi pasti frekuensi mereka menggunakan panggilan buruk untuk Cyntia dan Indah berkurang.

Setelah gue mencari tau ternyata Indah ini lebih muda setaun lebih dari temen-temen sekelasnya, gue pun menceritakan ini di dalam kelas.
Terbukti, temen-temennya langsung kagum dan memiliki pandangan berbeda soal Indah.

Sedangkan Cyntia, di balik sikap pendiamnya jago menggambar.
Kalo ada tugas atau kegiatan yang mengharuskan pake warna-warni dan bentuk imajinatif pasti punya Cyntia yang outstanding.
Gue menunjukkan hasil karya Cyntia di dalam kelas, ini juga berhasil meningkatkan percaya diri Cyntia.

Yang gue inget pas pertemuan terakhir mengajar dan mereka mau naik kelas,
semua murid menyalami tangan gue,
beberapa ada yang bilang, "Kakak tahun depan ngajar lagi kan?"
Sumpah loh gue nahan biar ngga nangis,
-.- masa guru nangis di depan muridnya, engga lucu banget..
Hahahaha..

Cyntia dan Indah yang dapet giliran terakhir bersalaman (seperti biasa).
Berbeda dari pertemuan sebelumnya yang cuma 'salaman',
hari itu mereka ngeliat gue pake senyum dan bilang, "Makasih ya kak.."

Dua buah ucapan terimakasih dari dua manusia kecil,
sukses membuat gue merasa dibayar terlalu banyak.

*karena udah ngga di depan anak-anak, jadi boleh kan nangis sekarang?*

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting