Kamis, 13 September 2012

Pembalut dan obat pereda nyeri

Lagi denger kata PMS dari orang yang gue lewatin di jalan pulang tadi,
entah kenapa jadi inget sedikit adegan film taiwan (atau korea?) yang pernah gue tonton.

Seorang cewek, marah-marah seharian karena PMS, tinggal serumah sama pacarnya yang malang dan terus-terusan jadi pelampiasan kemarahan. Malemnya si cewek ini ngeluh sakit perut karena emang she's in period. Cowoknya ngajak ke rumah sakit tapi udah terlalu malem buat panggil taksi.

Cewek: "Belikan aku pembalut, pembalutku habis."
Cowok: "Mana aku tau barang-barang perempuan begitu?"
Cewek: "Aku mau pembalut sekarang. Belikan juga obat untuk mengurangi nyeri haid."
Cowok: (marah, pergi)

di adegan ini gue kira cowoknya sebel soalnya dia dianiaya seharian.
._.
Ternyata pas ceweknya nangis (gatau karena sakit atau karena cowoknya engga mau nolong), cowok itu dateng bawa beberapa plastik belanjaa.

Cowok: "Aku membeli semuanya, terserah kau mau pakai yang mana.."

Ternyata dia udah beli semua jenis pembalut dan obat pereda nyeri yang dijual di supermarket dong. OMG banget ga sih?

Ngga ngerti apakah filmnya emang sweet atau suasana hati gue yang lagi mellow..
-___________________________-"

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting