Sabtu, 22 September 2012

Perempuan. Takdir. Hati.

Seorang perempuan, dengan hati retak di tangannnya.
Sendirian, mencoba bercengkrama dengan takdir.

"Aku lelah menunggu sendirian, takdir."

Sambil terisak, diusapnya hati yang terus menerus diselimuti debu.

"Aku tak mengerti kenapa semesta tak juga menciptakan seseorang untukku. Apa sulitnya menciptakan satu laki-laki untuk perempuan yang tidak cantik."

Si perempuan kemudian menangis lagi. "Aku memang tidak cantik, takdir."

Angin berhembus pelan, membelai tengkuk perempuan yang kini kedinginan.
Hatinya yang retak kini membeku.

"Takdir, apakah kamu mendengarku? Tak inginkah kamu berbicara menjawabku?"

Tak ada jawaban. Hanya angin dan suara dedaunan yang gemerisik.

Si perempuan memandangi hatinya yang retak, kotor, dan beku.
"Hati?" panggilnya dengan suara lemah.

Hati diam. Sekarat.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting