Minggu, 09 September 2012

Call me everything, I'll just call you 'Jealous'

Ide untuk menulis post ini didapat dari seorang teman,
bukan seorang yang baik atau menyenangkan bagi gue..
Tapi biar saja kita sebut dia sebagai seorang 'teman'.

Seorang teman yang kontaknya ada di aplikasi bl*ckberry messenger gue,
seorang teman yang sering berkomentar mengenai foto-foto gue yang entah dia liat dari mana.

Pernah dia tiba-tiba menghubungi gue, isi pesannya cuma:
"Ul, tadi aku liat foto kamu. Kalo pake baju yang garisnya vertikal, jangan yang horisontal. Kamu tau kan garis horisontal bikin kamu keliatan tambah lebar?"

Atau begini:
"Kamu tuh kalo senyum selalu ya pipinya keliatan tembem."

dan yang terakhir, baru tadi sore:
"Lenganmu tambah montok ya Ul.."

Jangan heran kalau gue merasa terganggu, kami berdua memang pernah punya hubungan yang lebih dari teman.
Lalu karena satu dan lain hal, gue memutuskan untuk kembali berteman.
Keputusan gue ini ditanggapi dia dengan menjelek-jelekkan nama gue di social media.
Intinya, hubungan kami berakhir dengan sangat tidak baik.

Gue sudah memaafkannya.
Tapi memaafkan tentunya berbeda dengan melupakan, bukan?

Mendengar komentar-komentarnya mengingatkan gue kepada masa SMA gue yang penuh dengan komentar-komentar yang hampir sama.

Komentar yang membuat gue sering berkaca sambil nangis kemudian besok pagi ke sekolah dengan mata bengkak,
komentar yang membuat gue sarapan obat magg di pagi hari lalu minum parasetamol supaya cepet tidur dan engga laper di malam hari,
komentar yang membuat radang pencernaan gue makin parah meskipun berhasil menurunkan bobot gue lima kilo dalam seminggu.

Menerima komentar yang hampir sama membuat gue kembali berkaca,
komentarnya mungkin boleh sama, tapi gue yang ini engga sama dengan yang waktu itu.

Kalimat terakhir ini untukmu,
"Call me everything, I'll just call you jealous.."

Terimakasih sudah setia mengikuti perkembangan diriku,
terimakasih sudah menaruh banyak perhatian dan susah payah memberi komentar.
:)

2 comments:

Fachri D Priasmara mengatakan...

Hmm.. Anggep aja sbg komentar yang membangun.. Trus jadikan org seperti itu sbg motivator yg terbaik karena "motivator yang terbaik adalah musuh kita sendiri" (Fachri D Priasmara, 2012)

Owl | Aulia Fairuz mengatakan...

Iya kakak.. :) makasih banyak ya udah mampir dan kasi komentar :)

 

Template by Best Web Hosting