Jumat, 07 September 2012

Aku benci rokok. Kamu boleh merokok.

Aku benci rokok, sangat benci.

Kakekku mati karena beliau adalah seorang perokok berat,
tiap kali melihat ada orang yang merokok aku takut semua berakhir seperti eyang (begitu aku memanggilnya)

Aku takut kalau aku menghirup asapnya, aku juga akan berumur pendek.
Aku takut kalau aku menghirup asapnya, aku akan terus-terusan muntah darah seperti eyang saat menjelang tutup usianya.

Tadi sore temanku bilang hampir mustahil menemukan lelaki non-perokok di jaman sekarang ini.
Sedangkan aku, sangat tegas dalam soal tidak ingin menjalin hubungan dengan seorang perokok.

Temanku bilang aku bisa jadi perawan tua kalau menunggu lelaki yang baik, yang sabar, yang tidak merokok.

Aku jauh lebih takut lelakiku mati saat aku sudah mencintainya, menggantungkan hatiku padanya daripada sekedar menjadi perawan tua.

Aku jauh lebih takut anakku menjadi seorang yatim saat mereka belum bisa mengeja atau mengingat wajah ayahnya daripada sekedar menjadi perawan tua.

Aku tau umur ada di tangan Tuhan,
namun merokok tentu sama halnya seperti merebut ajal dari tangan Tuhan.
Itu menurutku.

Kamu boleh merokok, siapapun boleh merokok.
Tolong jangan di dekatku yang takut mati muda.
Tolong jangan di dekat mereka yang ingin hidup lebih lama.

Kamu boleh merokok, siapapun boleh merokok.
Tapi tolong jangan calon imamku..

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting