Rabu, 26 September 2012

Closer~


Footsal match

Yesterday after lecturing, me and my friends watching girl's footsal match in Bale Santika.
We sang, yelled, and laughed over and over again during the match.
Here are some pics of us:
warming up

Tata <3

Icha and Icha 

Owl-Aufa-El

Norin-Nisa

creepy expression

Tata again -_-

Woohooooooooo~

supporters

Full-team supporters

Owl-Icho


With the team's members


We won and we're happy for it :D

Selasa, 25 September 2012

auliafairuzwords.blogspot.com

Setelah merasa gue nyampah kelewat banyak disini,
gue pikir perlu dibuat blog khusus untuk menampung ide tulisan fiksi
dan lumayan panjang yang mungkin akan membosankan untuk dibaca.. :p

Here it is, my new blog: 
auliafairuzwords.blogspot.com
Dibuat khusus untuk menampung semua tulisan-tulisan nyeleneh yang idenya tiba-tiba mampir di kepala..
:)

Senin, 24 September 2012

Kenapa kamu terlalu dungu

Pernahkah terpikir olehmu,
saat saat dimana aku hilang ditelan sunyi,
adalah saat dimana inginku akan kamu melambung tinggi.

Pernahkah terpikir olehmu,
saat saat dimana aku diam membatu,
adalah saat dimana jiwaku nyaris mati digerogoti rindu.

Lalu kalau suatu saat kamu menanyakan,
kenapa tak pernah kuberikan waktuku untukmu.

Tanyalah dirimu sendiri,
kenapa kamu terlalu dungu untuk menyadarinya.

Whose brother? Mine!!

This morning, just secs after waking up, I tweeted:


Just a minute after I tweeted, Kak Aga texted me via bbm:
"Morning Babe, XOXO.
Ga usah kebanyakan sedih deh..
Ga suka ngeliatnya adek sendiri sedih mulu.
Kamu udah dapet salam dari matahari, dari udara sejuk, itu sapaan Tuhan.
Ngga usah ngegalau soal yang ga seharusnya deh..
Ngerti?"

This little sister is touched..
:')

It's so us~

Owl: smartphone lover, can't leave it even for a sec

El: spending time with thinking and sometimes daydreaming

Tata: energizer bunny, can't stop doing things

Uti: booklover, brainstorming chick, knowledge-able head
And I love our time,
tonight Tata and Uti said, "He must be into you, he must take care of you. If he doesn't, we definitely will 'take care' of him.."
**Can't tell who 'he' refers to :p

Ah guys, no matter how many times we fight and cry..
I do love you whole heartedly..
:')

Kamu imaji

"Aku akan membuatmu tersenyum setiap hari," katamu saat bulan mulai memutih di lautan biru kelam langit.
Aku tersipu, "Kamu memang selalu membuatku tersenyum tiap kali mengingatmu,"

Lalu datang ragu, menyelip melalui celah-celah hati yang tadinya diisi harapan.
Hatimu beku, kamu seperti batu-batu yang kulewati di sepanjang jalan pulang.
Mati. Tak berperasaan.

"Apa yang berubah?" tanyaku suatu ketika, dengan airmata tertahan.
Kamu menatap awan yang berarak, tak peduli kehadiranku.
"Aku ragu. Aku tak ingin dibohongi oleh imajiku," balasmu tanpa membalas tatapanku.

"Apa alasanmu meragu? Apa rasaku terlalu seperti imaji? Apa aku tampak tak nyata?"

Kamu berdiri, meninggalkanku.
"Itulah masalahnya, aku tak bisa membedakan mana yang nyata dan imaji.
Bagaimana aku tau bahwa kamu benar nyata?"

Hatiku retak retak.
Tangisku pecah merusak kesunyian.
Aku tak peduli lagi.
Mungkin kamu yang imaji.
Mungkin rasaku padamu imaji.
Mungkin memang tak pernah ada kita.
Hanya imaji.

Minggu, 23 September 2012

#NoMention

Kalau memang menyakiti diriku adalah satu-satunya pilihan untuk tidak menyakitimu..
Kamu selalu tau,
aku akan melakukannya tanpa lebih dulu melakukan proses kognisi apapun.

Guys are like stars

I found it on El's binder, -.- 

Friends, what I can do without them..

Pernah mengalami hari yang buruk?
Hari ini gue mengalami hari yang super buruk.

Bangun pagi setelah terbangun empat kali dalam semalam,
lima mimpi buruk berbeda,
demam dan migrain di saat yang bersamaan.

Gue menghabiskan pagi sampai sore mengerjakan tugas kelompok.
Isi perut cuma sarapan pagi.
Nggak kepikiran makan, nggak ngerasa laper sampe sore.

Sorenya di kamar,
beberapa deadline tugas lain sudah menunggu.
Browsing.
Somehow otak gue hang dan ngga bisa diajak mikir.

Uti lagi ke gereja.
Trus gue ngga kepikiran lagi mau ngapain.
Gue ke kamar Tata buat baca buku yang tebelnya udah kaya bantal.

Bukannya baca gue malah kepikiran buat ngajak Tata nonton,
setan banget emang gue.
Trus Tata mau aja diajakin nonton padahal udah jam setengah sepuluh.

Jadilah kami,
tanpa sisiran, dengan piyama dan sandal jepit berangkat nonton berdua.

Lalu gue disini,
dengan senyum dan kepenatan yang entah sudah menguap kemana.

Friends, what I can do without them..
:) 
I definitely love you Tata..
*hugs*

Sabtu, 22 September 2012

Perempuan. Takdir. Hati.

Seorang perempuan, dengan hati retak di tangannnya.
Sendirian, mencoba bercengkrama dengan takdir.

"Aku lelah menunggu sendirian, takdir."

Sambil terisak, diusapnya hati yang terus menerus diselimuti debu.

"Aku tak mengerti kenapa semesta tak juga menciptakan seseorang untukku. Apa sulitnya menciptakan satu laki-laki untuk perempuan yang tidak cantik."

Si perempuan kemudian menangis lagi. "Aku memang tidak cantik, takdir."

Angin berhembus pelan, membelai tengkuk perempuan yang kini kedinginan.
Hatinya yang retak kini membeku.

"Takdir, apakah kamu mendengarku? Tak inginkah kamu berbicara menjawabku?"

Tak ada jawaban. Hanya angin dan suara dedaunan yang gemerisik.

Si perempuan memandangi hatinya yang retak, kotor, dan beku.
"Hati?" panggilnya dengan suara lemah.

Hati diam. Sekarat.

#Bestfriend

Gue selalu tau kemana gue harus curhat atau sekedar nangis untuk alasan sepele.

Sama seperti Uti selalu tau kemana dia harus minta pendapat soal baju dan make-up.

Sesederhana itu.
<3 <3 <3

#TrueStory

When "I will always make you smile"-sentence really makes you smile every time you read it..  

Jumat, 21 September 2012

#NoMention

When you're too afraid to say, "I want you now,"
just because you're not ready if the respond will be, "But I'm not yours,"

Kamis, 20 September 2012

#NoMention

Bahkan setelah hatiku menginginkanmu,
tak peduli seberapapun kuatnya keinginanku..

Kamu tetap harus tau.

Kamu harus memenangkan isi kepalaku dulu,
baru kemudian akan kupertimbangkan tawaranmu untuk bersatu.

#NoMention

Happy being part of class-B

I love my college-life, I love my class with no doubt..
Well, I love the people not the subject.. LOL

Here are some pics in our statistic class..

Before the class starting
We are class B, we always start a lesson happily.. :)

Owl - Nisa

Iren
Tata - Ute

Aun

Hilda - Zuy

Dece - Dara
We're soooo happy right?
Here are the pics during the class~ 
Page we supposed to open

What we really opened~

Modus-ing

Playing games in computer

Have a sleep tight Zuy.. :3

Selamat pagi

Seperti menghirup aroma kopi kesukaanku saat pagi,
energi baru untuk mengawali hari..

Seperti mengecup lembut tengkukmu,
selalu mengingatkanku adanya tempat kembali..

Selamat pagi untukmu,
sampai jumpa sore nanti.

Rabu, 19 September 2012

Love love love

People have their own way saying love,
this one is too sweet.. :">
*enfy*

Trauma dan resiko memilih pasangan

Gue membaca sebuah artikel di Psychology Today yang menyatakan bahwa trauma yang belum terselesaikan bisa menarik perhatian 'hiu' di dunia kencan (kalo di artikel aslinya sih 'dating pool').
-__________-"
Anyway, artikel aslinya bisa dilihat disini

This is gonna be a long post, though.
But trust me it's gonna worth.

Ditulis di artikel ini, orang dengan trauma yang belum terselesaikan memiliki resiko dobel dalam pemilihan pasangan.
Pertama, trauma masa lalu bisa menarik perhatian orang-orang yang niatnya engga baik.
Kedua, kalau kita termasuk dalam orang yang aktif mencari pasangan kemungkinan buat ketemu dengan orang yang engga baik jauh lebih besar.

Ditulis juga disini kalau orang dengan trauma atau luka lama seringkali memberikan sinyal kepada para 'hiu' dalam dunia kencan. Sinyal disini kayaknya semacam bahasa tubuh yang menarik perhatian para 'hiu' dalam dunia kencan.

Buat yang bertanya-tanya kenapa penulis menganalogikan 'hiu' di artikel ini, soalnya penulis menemukan adanya pola perilaku 'hiu' dalam dunia 'kencan'. Perilaku hiu sebelum membunuh mangsanya adalah berenang berputar di sekitar sasarannya untuk mengenali kekuatan sasarannya, lalu menabraknya buat memastikan apakah sasarannya ini bisa dijadikan mangsa.

Nah, dengan cara yang sama seorang 'hiu' akan memperlakukan seorang yang mereka rasa dapat menjadi calon mangsa. Berikut adalah tes kecil yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah orang yang kita temui adalah seorang 'hiu'.

1. Orang yang menunjukkan rasa tidak hormat dengan membatalkan di saat-saat terakhir tanpa penjelasan yang masuk akal. Hiu sedang menguji apakah sasarannya memungkinkan dirinya untuk diperlakukan tidak hormat.

2. Orang yang mengajak orang lain yang baru ditemuinya internet untuk mengunjunginya saat weekend. Hiu sedang menguji apakah sasarannya tertarik pada kelanjutan hubungan yang baru saja dimulai. Hal ini juga menggambarkan rendah diri dan keputusasaan sasarannya.

3. Orang yang menekankan pada keintiman fisik (tidak harus sexual intercourse) di awal hubungan sebelum adanya periode panjang untuk membentuk kepercayaan dan rasa aman. Hiu sedang menguji kehormatan diri dan rasa putus asa sasarannya.

Melalui tes-tes tadi seorang 'hiu' mengumpulkan informasi mengenai calon mangsanya. 

Pernah ketemu orang yang sangat menarik lalu tiba-tiba hilang begitu aja, nggak?
Saya pernah.

Kalau lo pernah mengalami kejadian yang sama, kemungkinan seorang 'hiu' menilai bahwa lo tidak masuk dalam kriteria mangsa potensialnya. Bersyukurlah.. :)

Alasan lain kenapa kita lebih baik 'move on' dulu sebelum memulai hubungan yang baru adalah trauma yang ada di masa lalu akan membuat kita sulit mengenali 'hiu' ini karena mereka membuat kita merasa sangat nyaman.

Terakhir, kutipan yang gue suka dari artikel ini adalah:
"Hubungan kurang lebih sama dengan politik, kalau kita melupakan sejarah maka kita akan cenderung mengulanginya.."

Selasa, 18 September 2012

Waktu dan semesta

Aku bosan dicemooh karena kesendirianku.
Aku bosan dijadikan olok-olok karena ketiadaanmu di sisiku.
Kamu.
Iya kamu yang belum juga kutau kapan datangnya.

Lalu kamu datang.
Aku lantas berusaha menjadi sosok yang kamu suka.
Aku terus menjadikan diriku menjadi sosok yang (aku pikir) kamu inginkan.

Kita tak cukup lama bertemu.
Tak cukup lama untuk saling mengenal.
Tak cukup lama untukmu mengetahui siapa aku.

Lalu bagian dari diriku menginginkanmu, sesederhana itu.

Namun kemudian aku bertanya ke dalam diriku,
ke pusat keinginanku yang tak terjangkau sebelumnya.

Aku tak ingin menjadikanmu tujuan obsesiku.
Kamu tentunya bukan piala yang bisa kumenangkan begitu saja.
Aku tak ingin memaksakan apa yang belum ada.

Ambisiku menginginkanmu, lebih kuat dari taifun yang memporandakan dunia.
Namun hatiku,
hatiku belum memutuskan keinginannya.

Biar saja waktu dan semesta yang mengaturnya.

Senin, 17 September 2012

Hanya kalau

Mari berandai-andai sebentar.

Kalau kamu tau (hanya kalau) hatiku juga menginginkanmu..

Apakah kamu tetap akan mengejarku dengan langkah kaki yang sama cepatnya?
Apakah kamu tetap akan meyakinkanku dengan usaha yang sama besarnya?
Apakah kamu tetap akan menggenggam tanganku dengan cara yang sama eratnya?

Lantas kalau aku menikmati semua perjuanganmu,
haruskah aku mengaku sekarang juga?

Atau membiarkan saja kamu menebak-nebak jawabannya.

Karena aku takut kamu hilang selera jika tau ternyata hatiku sangat mudah dimenangkan.

Overall we are just human

"Kadang menjadi psikolog itu menimbulkan dilema. Kita akan senantiasa dituntut untuk menjadi panutan tentang berperilaku yang baik, stabil, tenang, dan lebih mahir meregulasi emosi. Padahal, even a psychologist also a human.." - Bang Peter

Gue inget banget kalimat itu diucapkan oleh seorang dosen yang sangat dan masih gue kagumi sampai sekarang pada mata kuliah Pengantar Psikologi di semester 1.

Awalnya gue tidak menganggap serius kalimat itu,
malah gue menganggap hal itu sebagai hal yang positif buat diri gue.
"Kalau memang lingkungan menuntut untuk jadi lebih baik, kenapa enggak kan?"

Tapi dalam prosesnya, ternyata enggak juga.
Banyak hal dalam hidup yang tidak semudah kelihatannya,
ini mungkin masuk ke dalam salah satunya.

Kuliah di jurusan psikologi memang mengasah empati, meningkatkan kemampuan mendengar, dan mengubah diri gue menjadi lebih peka sama orang lain.
Tapi sama seperti apa yang dibilang Bang Peter, overall we're just human..

Dalam sebuah relasi yang lebih dekat misalnya,
gue merindukan saat saat dimana gue bisa marah tanpa penjelasan
atau ngambek cuma karena gue nggak suka kalimat yang diucapkan ke gue.

Tapi tentunya itu bukan hal yang bijak untuk dilakukan kan?

Dibanding marah tanpa penjelasan (silent treatment) gue sekarang lebih memilih untuk terus terang mengenai apa yang gue rasakan, memberikan penjelasan tentang penyebab perasaan gue, lalu memberikan informasi mengenai apa yang gue harapkan dari partner gue di masa depan apabila kita terjebak dalam situasi yang sama.

Dan memang tidak setiap waktu gue merasa lebih baik setelah menyelesaikan masalah dengan cara yang ada di dalam buku. Call me childish, indeed I am. -.-

And for you,
I maybe soon to be a psychologist.
I may learn many ways to solve problems efficiently.
Overall, I'm just your girl, I'm just human.
I may cry out loud, mad for no reason, being so annoying in my PMS period.
But that what I am in whole package.

One thing you should know,
I'll stand by you, listen to you, hold you every time you feel so weak and tired.
Forever doesn't exist dear, but I'll do like it does..

...

Every time we were apart I thought of you~

Such a lil sister

A chat with my senior in Uni.

O : Kak, ada bahan kuliah dari mata kuliah XXXX ngga?
F : Ada, kenapa?
O : Mau minta tolong kirimin ke alamat email aku ngerepotin ngga kak?
F : Ngerepotin.
O : :(
F : Kan kakak suka direpotin. :)
O : :) :) :) :) :)

And I'm happy being such a lil sister..
*hugs*

More than 15000~

Seeing my readers counter,
and realizing that "heeeey my blog has viewed more than 15000 times.."
:)

Well, popularity isn't really my thing.
What matters to me is how my words made you guys happy or maybe inspired.

I'll keep writing,
not because I want to be popular..

Because making you guys happy is part of my happiness.

Lotta love,
Owl

Minggu, 16 September 2012

Terimakasih dari dua manusia kecil

Waktu masi jadi tenaga pengajar di sebuah sekolah dasar di Jatinangor semester lalu,
(you can see the post here).
gue inget ada dua orang murid gue yang dikucilkan sama temen-temennya.

Yang pertama Cyntia karena perawakannya yang jauh lebih tinggi dari temen-temennya.
Yang kedua karena Indah perawakannya yang lebih pendek dari temen-temennya.

Mungkin karena mereka ngga ada temennya,
mereka berdua jadi duduk paling belakang,
ngga berani jawab pertanyaan,
ngga berani nanya,
ngga pernah ngobrol sama temen sekelasnya,
kerjanya diem aja sepanjang pelajaran.

Temen-temennya punya panggilan 'khusus' buat mereka berdua;
Jangkung, Ceking, Boncel, Bisu, Bego, Idiot.
Can you guys believe how kids can be so evil?
Yeah, neither do I.

Misi gue yang paling besar adalah membuat anak-anak ini nggak lagi berperilaku buruk ke Cyntia dan Indah. Caranya dua, menanamkan nilai ke temen-temen sekelasnya dan menumbuhkan percaya diri Cyntia dan Indah.

Melalui beberapa pertemuan,
dengan metode dongeng (I'm a quite good story-teller, though :p)
dan permainan 'Mana perilaku yang baik/buruk'
lambat tapi pasti frekuensi mereka menggunakan panggilan buruk untuk Cyntia dan Indah berkurang.

Setelah gue mencari tau ternyata Indah ini lebih muda setaun lebih dari temen-temen sekelasnya, gue pun menceritakan ini di dalam kelas.
Terbukti, temen-temennya langsung kagum dan memiliki pandangan berbeda soal Indah.

Sedangkan Cyntia, di balik sikap pendiamnya jago menggambar.
Kalo ada tugas atau kegiatan yang mengharuskan pake warna-warni dan bentuk imajinatif pasti punya Cyntia yang outstanding.
Gue menunjukkan hasil karya Cyntia di dalam kelas, ini juga berhasil meningkatkan percaya diri Cyntia.

Yang gue inget pas pertemuan terakhir mengajar dan mereka mau naik kelas,
semua murid menyalami tangan gue,
beberapa ada yang bilang, "Kakak tahun depan ngajar lagi kan?"
Sumpah loh gue nahan biar ngga nangis,
-.- masa guru nangis di depan muridnya, engga lucu banget..
Hahahaha..

Cyntia dan Indah yang dapet giliran terakhir bersalaman (seperti biasa).
Berbeda dari pertemuan sebelumnya yang cuma 'salaman',
hari itu mereka ngeliat gue pake senyum dan bilang, "Makasih ya kak.."

Dua buah ucapan terimakasih dari dua manusia kecil,
sukses membuat gue merasa dibayar terlalu banyak.

*karena udah ngga di depan anak-anak, jadi boleh kan nangis sekarang?*

Sabtu, 15 September 2012

Mencintai seribu tahun

Gue suka banget denger lagu One Thousand Years nya - Christina Perri
Well, sebagai manusia yang tidak bisa memainkan alat musik apapun dan buta nada
gue kebanyakan menyukai sebuah lagu karena liriknya.

Mendengar lagu yang sama berulang-ulang dengan volume lumayan
sering membuat gue kepikiran 'sesuatu' yang bisa dipake buat ngisi blog ini.

Mencintai seribu tahun.

Sebagai single dan perempuan yang teracuni banyak dongeng sejak kecil
gue selalu menginginkan untuk dicintai selamanya,
tak ada jeda, sampai maut memisahkan.

Tapi sebagai mahasiswi psikologi yang sedang bingung memutuskan nantinya mau ambil psikologi klinis atau psikologi perkembangan #curcol,
gue menyadari bahwa mencintai seribu tahun menjadi hal yang mustahil dilakukan.

Alasan simpelnya,
karena belum ada teknologi yang memungkinkan manusia untuk hidup seribu tahun.
Mencinta butuh kehidupan, kan?

Gue rasa ngga perlu seribu tahun untuk mencintai seseorang.
Ekspresikanlah cinta lo saat dia ada saat ini, disini, tak perlu menunggu lagi.
Bersyukurlah karena telah menemukannya di antara sekian juta manusia lain yang hidup di atas bumi.

Mencintai hanya bisa dilakukan sekarang-saat ini,
karena saya menyadari bahwa kamu selalu memiliki kemungkinan untuk meninggalkan saya.

Mencintai hanya bisa dilakukan sekarang-disini,
karena saya dan kamu tak mungkin selalu bersama setiap detik
maka tiap detik saya bersama kamu akan saya gunakan untuk membahagiakan kamu.

Mencintai hanya bisa dilakukan sekarang-tak perlu menunggu,
karena saya bukan Tuhan, kamu bukan Dewa
maka setiap kesempatan yang ada akan kita gunakan untuk saling mengisi dan menjaga.

...

Aku tau hatiku menginginkanmu,
saat tanpa senyummu hari-hari menjadi sendu dan kelabu.

Seven years

-waiting my Mam at her office's car park with Pap-

10 minutes..

a half hour..

one hour..

Me : "We've been waiting here for one hour. I'm bored, superbored.."
Pap: "Be calm dear, she will be ready in several minutes.."
Me: "You said that half hour ago.."
Pap: "It's still better that what I've done.."
Me: "What you have done?"
Pap: "I've waited seven years before she accepted my proposal. I've waited a lot before she said YES to me.."

and this owl is happy.

...

Kesal dan marahlah sesuka hatimu, kuncinya cuma satu, pindahkan-keluarkan dari tubuhmu. "Pundung bukan deposito neng," - Bang Iqbal dalam kelas Body Movement.

Kategori bahagia-ku

Seperti saat aku melihat lampu kecil di ponselku berkedip merah,
lalu mengira sambil sedikit berharap kamulah si pengirim pesan.

Seperti saat aku melihat kamu tersenyum diam,
memandangi aku yang tak bisa berhenti bicara.

Seperti saat aku kehabisan kata,
di waktu yang sama kamu sedang merangkai kalimat-kalimat manis.

Seperti saat aku menunggu kamu meninggalkan duniamu sebentar,
lalu mendengarkan aku bercerita tentang buruknya hariku.

Seperti saat aku menunggumu semalaman,
sedangkan kamu bergelut dengan banyak rumus dan angka untuk masa depanmu.

Sampai detik ini,
aku mengkategorikan semuanya sebagai bahagia.

Saat menulis ini,
aku menerka akan berapa banyak lagi momen bahagiaku yang kamu ciptakan.

Terimakasih.

Tadi baru aja ngumpul-ngumpul ngga jelas di kamar Tata,
bareng sama Ute dan El juga.

Terimakasih kalian,
telinga-telinga yang selalu mendengarkan keluh kesahku,
tangan-tangan yang selalu membantuku kapanpun dibutuhkan,
lidah-lidah yang tak segan mengingatkan aku tentang pentingnya kesempatan.

Terimakasih untuk setiap pelukan, canda, tawa.

Terimakasih untuk marah, kesal, tangis yang makin mendekatkan kita.

Terimakasih untuk tetap tinggal setelah mengatahui segala hal tentangku yang tak pernah kubagi dengan siapapun.

Pertemananku dengan manusia sebelumnya tak pernah begini sentimentil.

Terimakasih.

Kamis, 13 September 2012

Favorite runaway

Everyone have their own favorite runaway that makes their problems disappear like a 'POP'
They may dance, write, eat, shop.

Everyone have their own favorite runaway, so that they have no more think to be worried.
Shoes, bag, money, food.

Everyone have their favorite runaway, a places that they choose to hide from many stuffs they faced.
Mountain, beach, saloon, resort.

But for me,

my favorite runaway,
the place that makes me feel so safe and warm,
in your arms.

my favorite runaway,
the sounds that makes me so calm,
your voice.

my favorite runaway,
the one makes my day better than ever.
YOU.

Sky

When I went home with Tata,
I took this picture by myself..

Jatinangor has very beautiful skies.. :)

Pembalut dan obat pereda nyeri

Lagi denger kata PMS dari orang yang gue lewatin di jalan pulang tadi,
entah kenapa jadi inget sedikit adegan film taiwan (atau korea?) yang pernah gue tonton.

Seorang cewek, marah-marah seharian karena PMS, tinggal serumah sama pacarnya yang malang dan terus-terusan jadi pelampiasan kemarahan. Malemnya si cewek ini ngeluh sakit perut karena emang she's in period. Cowoknya ngajak ke rumah sakit tapi udah terlalu malem buat panggil taksi.

Cewek: "Belikan aku pembalut, pembalutku habis."
Cowok: "Mana aku tau barang-barang perempuan begitu?"
Cewek: "Aku mau pembalut sekarang. Belikan juga obat untuk mengurangi nyeri haid."
Cowok: (marah, pergi)

di adegan ini gue kira cowoknya sebel soalnya dia dianiaya seharian.
._.
Ternyata pas ceweknya nangis (gatau karena sakit atau karena cowoknya engga mau nolong), cowok itu dateng bawa beberapa plastik belanjaa.

Cowok: "Aku membeli semuanya, terserah kau mau pakai yang mana.."

Ternyata dia udah beli semua jenis pembalut dan obat pereda nyeri yang dijual di supermarket dong. OMG banget ga sih?

Ngga ngerti apakah filmnya emang sweet atau suasana hati gue yang lagi mellow..
-___________________________-"

Superb cute eyeliner :3

Hi, meet my superb cute eyeliner..
It is look like a lil girl in kimono..
cute, huh?

Psycho between Engineers.. :)

Mungkin benar kalau banyak teman membuat seseorang jauh lebih bahagia,
kenyataannya makin banyak orang yang kita temui, maka akan makin banyak hal yang kita bicarakan, makin banyak ide yang kita temukan, makin banyak juga pengetahuan yang akan kita dapatkan..

Sore ini, gue jauh lebih bahagia dari sebelumnya.
:)
Penyebab kebahagiaan itu adalaaaah, waktu yang dihabiskan ngobrol ngobrol bersama para calon insinyur dari universitas sebelah (sebelah mana coba?)..
cewek dengan lengan dan pipi besar itu saya ._.

Ini Kak Alvin sama Kak Wahyu

Ini Kak Bima, ga ngerti juga kenapa fotonya merem T.T

Kalo yang ini Kak Agung :)

minat? PING me.. nyehehehe..

semacam failed gitu ya -.- 
I'm just simply happy.. :)

We used to be slim

This post showed that I used to be slim, so was my brother.
:')

BEFORE

AFTER
We both are so solid, right?
Hehehehe..

Terimakasih hati,

Harusnya kamu tak perlu menanyakan,
apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki hariku yang buruk.

Tetap saja menjadi dirimu sendiri,
tak pernah ada yang bisa lebih baik dari itu.

Ditulis di tengah deadline tugas menulis review chapter textbook.

Terimakasih hati,
Karena kamu selalu tau bagaimana caranya membuat semua terasa jauh lebih indah dari sebelumnya.

Rabu, 12 September 2012

Suka duka mahasiswi psikologi

Udah setaun lebih dikit jadi anak psikologi,
rasanya baru kali ini kepikiran buat nulis suka dukanya dikenal sebagai mahasiswi psikologi.

Seperti mahasiswa dari jurusan lain,
embel-embel jurusan seringkali menjadi ajang untuk pembuktian ilmu di masyarakat awam.

Yang masih kuliah kedokteran sering dipaksa mendengarkan keluhan orang yang lagi flu, pusing, atau pilek. Padahal tinggal pergi ke dokter umum >> konsultasi >> beli obat di apotek >> minum obat >> insya Allah sembuh.

Gue sebagai mahasiswi psikologi juga sering mengalami hal yang sama pas lagi libur panjang di rumah. Ajang bertemu tetangga sering menjadi tempat curhat atau konsul dadakan, padahal sumpah loh ngga ada sama sekali mata kuliah mendengarkan curhat yang udah gue pelajari. -_______________-"

Pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan kira-kira begini:

"Mbak, kok anak tante sering nangis ya kalo ngga suka sama sesuatu? Bukannya bilang langsung tapi malah nangis ngamuk-ngamuk gitu? Itu kira-kira kenapa ya?"
Tante, mungkin anaknya emang masi bayi jadi belom bisa ngomong.

atau

"Mbak, supaya anak belajarnya rajin gimana ya? Soalnya anak tante males banget belajarnya. Udah dimarahin juga tetep aja males.."
Jangankan anak tante yang masi kecil, saya aja yang udah kuliah masi males belajar.

dan yang paling parah

"Mbak, minggu depan ponakan tante mau psikotes buat dapet kerja. Ada nggak ya caranya biar lulus psikotesnya? Kali aja ada bocorannya dikit gitu,"
Makan kenyang, tidur cukup, bawa pensil HB aja tante. Kalo hasil tesnya sesuai pasti lulus kok.

Tulisan warna oranye di atas tentunya bukan jawaban yang gue kasi, -.-
Biasanya gue cuma senyum senyum aja atau kasi jawaban sederhana yang emang gue tau.
Hahahahaha.
-_________________-"

Gue seneng kok dengerin curhatan orang, serius deh.
Tapi pas gue dengerin temen yang lagi curhat, gue akan berperan sebagai teman yang tentunya ngga bakal memberikan solusi atau tips yang didasarkan pada teori-teori psikologi.

Gue meyakini bahwa hati yang tulus dan bersungguh-sungguh tentunya punya kekuatan untuk menenangkan orang lain,
nggak harus berperan sebagai psikolog untuk membantu kan?

Selamat melanjutkan hidup :)

"...aku tau kamu sering menghabiskan malam dengan terjaga, aku tau kamu sering sakit karenanya.
Aku pun tau waktu makanmu berantakan, lambungmu tak jarang protes minta diisi.
Aku tau seharusnya mengingatkanmu makan dan tidur, aku tau bentuk perhatian seperti itu yang paling kamu suka.
Tapi mengingatkanmu untuk makan dan tidur hanya akan memanjakanmu, membiarkan kamu lebih ceroboh lagi, membuat kamu lebih sering jatuh sakit.
Kamu tau melihatmu sakit juga menyakitiku tapi kalau itu satu-satunya cara menyadarkanmu, aku tak punya pilihan lain."
-diucapkan oleh seorang mahasiswa pendidikan dokter, untuk saya.

Untukmu yang sekarang bahagia,
selamat melanjutkan hidup.. :)

Selasa, 11 September 2012

This owl, me.

This owl can't fly,
this owl can't see anything you hide from her..
But every time you smile, she smiles..
Every second you breath, she prays..
Every chance you throw, she gives you more..

This owl,
me.

#College Life

They said college is about books, lecturing, and attending classes.
For me, college is simply about happiness and new big fam.
Thanks for being my new big family..
:)
I heart you 2011.. <3

 

Template by Best Web Hosting