Jumat, 22 Juni 2012

Cukup di sisimu saja

Dahulu aku ragu tentang semua yang kau kata,
aku ragu tentang Dia yang kau yakini menciptakan semua,
aku pun ragu tentang rasa yang selalu melukiskan selingkar senyum di wajahmu.


Dahulu aku tak pernah mau tau,
bagaimana sinar matahari bisa memecah spektrum warna titik hujan dan mencipta pelangi,
bagaimana ombak bisa saling berkejaran sepanjang waktu tanpa lelah.


Dahulu aku iri,
aku iri dengan cara langit berpasangan bergantian dengan mentari dan bulan,
aku iri dengan angin yang bisa berkelana entah sudah ke belahan dunia mana.


Tapi kamu,
kamu membuatku yakin akan Dia yang menciptakan kamu,
tentang rasa yang diam diam menyelinap dalam rongga hatiku yang dingin dan beku.


Iya kamu,
menceritakan pelangi yang muncul usai rintik hujan dengan suara yang kusuka,
membuat aku ingin lumpuh dan mendengarkan ceritamu selamanya.


Aku tak peduli dengan apa langit berpasangan,
toh tak akan ada yang bisa setia sepertimu.
Aku tak ingin pergi kemanapun seperti angin,
cukup di sisimu saja.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting