Jumat, 11 Mei 2012

Cintaku tak sempurna dan berbatas waktu

Ini sudah pagi dan gue belum sedikitpun tergerak untuk tidur.
Seharusnya sejak beberapa jam lalu gue ngerjain tugas kelompok tapi entah bagaimana otak gue buntu.
-________________-"
ps: Those things are unreal, though.


Ini masih aku,
Aku yang membuka tirai setiap pagi dan membiarkan mentari mengisi tiap celah kamar kita.
Aku yang mengguncang bahumu lembut sampai kamu menggeliat terganggu dan mengucapkan selamat pagi.
Aku yang mengoleskan selai ke atas roti tawar yang selalu kamu minta diiris pinggirannya.


Iya sayang, ini masih aku.
Aku yang setiap siang membawakan kotak makan biru tua sambil memaksamu mengisi perut di tengah rutinitas yang tak kunjung habis.
Aku yang mengingatkan kamu bahwa petang bukan lagi saatnya mengisi pundi-pundi uang.
Aku yang bergelayut manja sambil mengecup tengkukmu hanya supaya kamu tergerak untuk mengistirahatkan diri.


Ini juga aku.
Aku yang setiap pagi kamu tinggalkan dengan sebuah kecupan singkat di dahi.
Aku yang usai waktu makan siang tak menerima kabarmu hingga malam mencuri cahaya senja.
Aku yang mulai lelah untuk meminta waktumu.


Sayang,
seharusnya kamu tau..
Cintaku tak sempurna dan berbatas waktu.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting