Sabtu, 05 Mei 2012

Care Earth Day - Raja Ampat

Post kali ini spesial pake telor,
Kenapa spesial?
Karena berbeda dengan post sebelum-sebelumnya, kali ini gue akan re-post event besar yang sangat mulia..
Kenapa re-post, karena gue belum berkesempatan menjadi bagian dari orang-orang hebat di bawah ini.
Orang-orang hebat yang berusaha untuk menyelamatkan dunia bawah laut yang kian hari kian memprihatinkan keadaannya :(


It's OFOE, peeps.. :)
FYI tulisan di bawah merupakan artikel dari @arispurnama
pictures are taken by Rudi, Dani, and Yuan.


OFOE  (Oxygen For Our Earth) merupakan salah satu ekspedisi aksi lingkungan yang telah berhasil dilaksanakan oleh Tim HSE (Health and Safety Environment) Geologi Universitas Padjadjaran yang bertempat di Raja Ampat – Papua.
Health and Safety Environment
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 April 2012 – 24 April 2012. Tim Ekspedisi OFOE yang diketuai oleh Aris Purnama beranggotakan 16 orang, diantaranya Luthfan Alhamra, Idnan Rinaldi, Bobi Nofrizal, Rezki Fitrazaki, Febby Kurniawan, Harry Gardea, Nizar Muhammad, Adi Budi Kusuma, Ilham Kaltriamanda, Yuan Fanesyah, Yogi Rahmad, Chandra Ramanadi, Raihanna Ayu Lestari, Inggrid Amanda, dan Agness Rebekka.
Puncak Wayag
OFOE adalah kegiatan untuk memperingati Hari Bumi dengan slogan “Save The Undersea For The Better Future”  yang merupakan wujud aksi mencintai lingkungan melalui penanaman terumbu karang dengan teknik transplantasi di laut Kepulauan Raja Ampat, Observasi geologi untuk mendukung konservasi ,  serta aksi pengibaran bendera yang berslogan untuk menjaga ekosistem bawah laut, mengingat peran penting terumbu karang sebagai rumah bagi biota laut.


Raja Ampat merupakan kepulauan dengan bentang alam geologi yang unik dan khas, serta diyakini sebagai daerah yang memiliki kekayaan biota laut terbesar di dunia. Biota laut Raja ampat sangatlah beragam, hampir 75%  dari jenis terumbu karang di dunia terdapat di bawah laut Raja Ampat, dengan air laut biru yang menampilkan keindahan bawah laut dari permukaan.
The divers :)
Oleh karena itu Raja Ampat sering disebut sebagai segitiga terumbu karang dunia karena merupakan jantung kekayaan terumbu karang dunia yang dilindungi dan ditetapkan berdasarkan konservasi perlindungan alam internasional.


Segitiga terumbu karang ini sering disebut sebagai Amazon of the seas karena menjadi episenter kehidupan laut yang memiliki keragaman jenis biota laut. Bisa dibayangkan apabila terumbu karang di raja ampat ini rusak akibat tangan tak bertanggung jawab, tidak ada lagi ikan melimpah yang akan berdampak ke seluruh Negara karena Raja Ampat merupakan segitiga terumbu karang dunia.
Persiapan penanaman terumbu karang
Perjalanan Tim OFOE HSE Geologi Unpad membenarkan akan keindahan bentang alam Geologi Raja Ampat. Alam yang masih asri dengan perbukitan karst di tengah tengah laut menghiasi perjalanan perlayaran kami menuju pulau Wayag dan Pulau Arar, birunya laut yang terlihat bersih seolah-olah terlihat sebagai surga dunia alam papua.
such a heaven undersea, isn't it? :)
Pulau Wayag merupakan destinasi awal kami untuk melakukan observasi geologi serta meneliti kadar air laut dan batu karst. Observasi yang dilakukan bertujuan untuk meneliti kondisi geologi dari segi batuan hingga kandungan nutrisi air laut yang mempengaruhi pertumbuhan termbu karang di Raja Ampat. Perjalanan tidak berakhir di Pulau Wayag, kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Arar yang berlokasi sekitar 3 jam dari Pulau Wayag.
Pantai Wayag
Pantai Wayag
Riuh gemuruh ombak serta sorak-sorai penduduk pulau Arar menyambut kedatangan kami. 
Memang pulau ini jarang sekali dikunjungi oleh wisatawan-wisatawan karena mungkin fasilitas listrik dan sinyal telepon seluler yang kurang memadai.

Namun hal itu tidak membuat kami mengurungkan niat untuk melaksanakan tugas. Pengibaran bendera berslogan untuk menjaga ekosistem bawah laut dilaksanakan di dekat pantai Pulau Arar dengan kedalaman 20,5 meter di bawah permukaan laut dan tidak ada hambatan yang berarti sehingga acara berjalan lancar.
Pengibaran bendera di bawah laut
Sementara penanaman terumbu karang dilakukan tidak jauh dari lokasi pengibaran, terumbu karang yang di tanam adalah jenis acropora. diharapkan dengan pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi suatu momentum di Hari Bumi untuk menjaga dan melestarikan terumbu karang.
Penanaman coral
"Save the Undersea for the Better Future"

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting