Jumat, 06 April 2012

Kritik? Kenapa (harus) pahit?

Ini bermula dari ketidaksengajaan telinga gue menangkap sebuah kalimat dari seorang teman yang sedang mengritik orang lain (karena ini kritik maka pasti dilakukan di depan orang yang bersangkutan, jadi bukan gosip ya.. :p ), 
"Gue tau omongan gue pahit, tapi gue mau lo improve makanya gue kritik lo.."

Gue mendapatkan gambar di atas dengan mengetik 'critize' di google.
Hal ini bikin gue bertanya-tanya, apa iya yang namanya kritik selalu pahit? selalu membuat si penerimanya merasa tidak nyaman? selalu seperti itu?
Menurut KBBI :
kritik : [n] kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk thd suatu hasil karya, pendapat, dsb

Yak, ternyata dari pengertiannya aja kritik memang sudah pahit
-______-"
Lihat saja kata 'kecaman' yang jadi definisinya..
tapi melihat efek kritik yang sering 'salah sasaran' gue rasa kita perlu memperbaiki cara penyampaian kritik.

Sebagai analogi, coba kita bandingkan dulu dua gambar di bawah ini.. :)

Gambar di atas memang gambar mi, dua duanya..
sama sama enak, sama sama mengenyangkan, dan (lagi) sama sama mi..
Perbedaannya cuma soal penampilan kan?
:)

Jadi?
Kritiknya bisa sama sama kritik, tapi penyampaiannya?
:)

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting